Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tragis, Permintaan Uang untuk Seragam Sekolah Anak Berujung Maut
Polres Sabu Raijua melakukan olah TKP kasus ibu dibunuh saat minta suami belikan seragam sekolah anak. (Dok Polres Sabu Raijua)
  • Seorang ibu rumah tangga di Sabu Raijua, NTT, tewas ditikam suaminya setelah terjadi cekcok terkait permintaan uang untuk membeli seragam sekolah anak mereka.
  • Anak korban yang mendengar ibunya mengerang langsung memanggil warga sekitar, sementara pelaku sempat mengancam sebelum akhirnya menyerahkan diri ke polisi.
  • Polisi mengamankan pelaku beserta barang bukti pisau dan pakaian korban, sementara hasil pemeriksaan medis menunjukkan luka tikaman di dada serta luka pada jari tangan korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, tewas akibat ditikam suaminya setelah terjadi pertengkaran terkait permintaan uang untuk membeli seragam sekolah anak mereka.
  • Who?
    Korban bernama OMR alias Orpa (37), sedangkan pelaku adalah suaminya sendiri, MLPG alias Marthen (42). Polisi dan warga sekitar turut terlibat dalam penanganan kejadian tersebut.
  • Where?
    Peristiwa terjadi di rumah pasangan tersebut yang berlokasi di RT 003/RW 002, Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Kejadian berlangsung pada Rabu dini hari, 10 Juni 2026, sekitar pukul 01.00 WITA. Polisi menerima laporan dari warga tak lama setelah peristiwa itu terjadi.
  • Why?
    Pertengkaran dipicu oleh permintaan korban kepada suami untuk membeli seragam baru anak mereka. Pelaku tidak terima karena merasa sudah memberikan dana bantuan keluarga sebelumnya.
  • How?
    Cekcok mulut di dalam kamar berujung pada tindakan kekerasan ketika pelaku menikam korban menggunakan pisau pinggang. Setelah kejadian, pelaku menyerahkan diri kepada aparat kepolisian setempat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Seorang ibu di NTT namanya Orpa minta uang ke suaminya, Marthen, buat beli seragam sekolah anaknya. Tapi mereka malah berdebat di kamar sampai suaminya marah dan menikam istrinya. Anaknya yang dengar suara ibunya langsung panggil tetangga. Warga datang, lalu polisi tangkap suaminya yang sudah menyerahkan diri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial OMR alias Orpa (37) meninggal dunia setelah diduga ditikam suaminya sendiri, MLPG alias Marthen (42), di Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa tragis yang diduga merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi pada Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 01.00 WITA.

Kapolres Sabu Raijua AKBP Paulus Naatonis mengatakan, insiden bermula saat korban dan pelaku berada di dalam kamar rumah mereka. Saat itu, korban meminta uang kepada suaminya untuk membeli seragam sekolah anak mereka.

1. Cekcok hingga berujung penikaman

Polres Sabu Raijua melakukan olah TKP kasus ibu dibunuh saat minta suami belikan seragam sekolah anak. (Dok Polres Sabu Raijua)

Namun, permintaan tersebut memicu perdebatan. Pelaku menyinggung dana bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp1,4 juta yang sebelumnya telah diberikan kepada korban.

"Terjadi cekcok mulut karena perbedaan pendapat terkait uang yang diminta korban. Korban disebut tidak mengakui telah menerima dana bantuan tersebut," kata Paulus, Rabu.

Pertengkaran itu kemudian berujung pada tindak kekerasan. Polisi menduga pelaku mengambil pisau yang berada di tempat tidur dan menggunakannya untuk menyerang korban.

"Terjadi tindak pidana KDRT yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku diduga menikam korban menggunakan pisau yang berada di dalam kamar," ujarnya.

2. Proses terjadinya KDRT suami terhadap istri

Polres Sabu Raijua melakukan olah TKP kasus ibu dibunuh saat minta suami belikan seragam sekolah anak. (Dok Polres Sabu Raijua)

Saat kejadian berlangsung, anak korban berinisial MAK (14) mendengar suara erangan dari dalam kamar. Remaja tersebut kemudian berlari meminta bantuan kepada tetangga bernama Albertina Teni.

Sejumlah warga yang berdatangan berupaya memberikan pertolongan. Namun, pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga warga tidak dapat langsung masuk.

Menurut polisi, warga juga sempat mendengar pelaku mengancam agar tidak ada yang mendekat karena masih memegang senjata tajam.

Tidak lama kemudian, pelaku keluar dari kamar dan mendatangi rumah tetangganya. Di hadapan warga, ia mengaku telah membunuh istrinya.

"Pelaku kemudian menyerahkan diri dan langsung diamankan oleh anggota kepolisian," kata Paulus.

3. Proses penyidikan kepolisian

Polres Sabu Raijua melakukan olah TKP kasus ibu dibunuh saat minta suami belikan seragam sekolah anak. (Dok Polres Sabu Raijua)

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, motif sementara diduga dipicu pertengkaran terkait permintaan uang untuk kebutuhan seragam sekolah anak mereka.

Polres Sabu Raijua telah mengamankan pelaku beserta sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Barang bukti yang disita antara lain sebilah pisau dengan panjang sekitar 19 sentimeter bergagang kayu berwarna hitam serta pakaian yang dikenakan korban saat kejadian.

Sementara itu, hasil pemeriksaan tim medis UPTD Puskesmas Seba menemukan luka tusuk pada bagian dada kiri korban. Selain itu, terdapat luka pada jari tengah tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan yang diduga terjadi saat korban berupaya menangkis serangan.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Sabu Raijua untuk proses hukum lebih lanjut.

Editorial Team

Related Article