Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Timur Tengah Memanas, 1.372 Jemaah Umrah Asal NTB Masih di Arab Saudi

Timur Tengah Memanas, 1.372 Jemaah Umrah Asal NTB Masih di Arab Saudi
Ilustrasi jemaah umrah. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Mataram, IDN Times - Sebanyak 1.372 jemaah umrah asal Nusa Tenggara Barat (NTB) masih berada di Arab Saudi di tengah memanasnya kawasan Timur Tengah (Timteng) akibat perang Israel-AS versus Iran. Selain itu, tercatat sebanyak 155 warga NTB yang dikirim sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada Januari 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB Aidy Furqan dikonfirmasi IDN Times, Senin (2/3/2026) menyebutkan berdasarkan data Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, jumlah warga NTB yang berangkat umrah menuju Jeddah, Arab Saudi sebanyak 1.415 orang data per 2 Maret 2026.

Dari jumlah itu, sebanyak 43 orang sudah pulang menuju Indonesia. Sehingga, masih ada 1.372 orang, jemaah umrah asal NTB berada di Arab Saudi. Ribuan warga NTB itu berangkat melaksanakan ibadah umrah pada pertengahan hingga akhir Februari lalu dan dijadwalkan pulang ke Tanah Air pada Maret ini.

1. Ratusan PMI NTB di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab

Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, data BP2MI per Januari 2026, jumlah pekerja migran asal NTB di Timur Tengah sebanyak 155 orang. Mereka bekerja di negara penempatan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Sampai saat ini kami belum dapat data dari Kemenlu dan belum ada laporan terkait PMI kita di Timur Tengah yang terdampak," kata dia.

Aidy mengatakan pemerintah telah mengimbau warga negara Indonesia (WNI), khususnya PMI di Timur Tengah agar tetap tenang dengan situasi yang terjadi sekarang. Kemudian, melaporkan diri dan mengupdate perkembangan kondisinya ke KBRI setempat.

Selain itu, melakukan koordinasi dengan sesama WNI terutama kelompok PMI melalui WA Group. Serta mengabari keadaannya ke keluarga di Tanah Air agar lebih tenang. "Jika ada warga kita yang terdampak bisa melaporkan ke Disnakertrans NTB. Kami di bidang penempatan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Imigrasi Mataram," terangnya.

2. Jemaah umrah pakai pesawat transit yang terkena dampak

Ilustrasi jemaah umrah (Dok. Kemenag)
Ilustrasi jemaah umrah (Dok. Kemenag)

Sementara, Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Bali Nusra, Zamroni yang dikonfirmasi Senin (2/3/2026) mengatakan jemaah umrah yang menggunakan pesawat transit di negara-negara Timur Tengah yang terkena dampak. Sedangkan jemaah yang menggunakan pesawat direct flight, tidak terkena dampak.

"Jadi kalau yang direct flight seperti Garuda, Lion, Batik Air Malaysia sampai saat ini masih on the schedule, tidak ada delay. Sedangkan yang transit di Doha Qatar, Kuwait, Oman, Jordania, Mesir terdampak," kata Zamroni.

Namun, Zamroni tak menyebutkan jumlah jemaah umrah asal NTB yang batal berangkat umrah dengan transit di negara-negara Timur Tengah. Untuk sementara, jemaah umrah yang menggunakan pesawat transit, ada dua opsi. Pertama, membolehkan dikembalikan pembayaran atau refund tiket dan kedua, reschedule keberangkatan hari ini.

"Tetapi kalau untuk besok atau dua hari kemudian kita belum tahu. Karena sistem yang diberlakukan Qatar temporary suspend. Jadi ini suspend yang temporary, tidak permanen sehingga setiap 12 jam ada update apakah besok penerbangan dibuka atau tidak," kata dia.

Pascameletusnya perang Israel-AS versus Iran, memang ada jemaah umrah yang menanyakan terkait kejelasan keberangkatan ke Arab Saudi. Dia mengatakan selama belum ada pengumuman resmi dari otoritas penerbangan untuk pembatalan, maka jadwal tetap on schedule.

3. Ada imbauan menunda perjalanan ibadah umrah

Foto umat Muslim di depan Kabah yang berada di Masjidil Haram. (pexels.com/Haydan As-soendawy)
Foto umat Muslim di depan Kabah yang berada di Masjidil Haram. (pexels.com/Haydan As-soendawy)

Zamroni mengatakan saat ini ada imbauan dari Kemenlu dan Kemenhaj agar jemaah menunda perjalanan ibadah umrah imbas konflik di Timur Tengah. Namun, pihaknya melihat itu sebagai tanggungjawab pemerintah kepada warganya.

"Namun itu bersifat imbauan bagi jemaah yang belum booking pesawat, hotel dan visa. Tapi bagi yang sudah ready, itu tetap berangkat. Karena risikonya nanti kalau tidak berangkat akan menjadi pembatalan sepihak, tidak dapat refund, dan tidak dapat pengembalian dana," kata dia.

Dia menyebut komponen paling tinggi dalam perjalanan umrah adalah biaya transportasi pesawat yang mencapai 60-70 persen. Jika penerbangan dibatalkan, maka akan banyak kerugian yang dialami jemaah dan travel agen.

Jumlah jemaah umrah di NTB dalam setiap tahun cukup tinggi. Pada 2025 lalu, kata Zamroni, tercatat sebanyak 25.000 warga NTB yang melakukan ibadah umrah ke Arab Saudi. Apalagi menjelang bulan Ramadan, kata dia, biasanya terjadi peningkatan jumlah jemaah umrah di NTB mencapai 50 persen.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

63 Narapidana Lapas Lombok Barat Diusulkan Peroleh Remisi Nyepi

02 Mar 2026, 19:35 WIBNews