Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiga Kader PDIP Nekat Hadang Mobil Jokowi saat Kunjungan ke Bima
Tangkapan layar saat Kader PDI-P menghadang mobil Presiden Joko Widodo (Dok/Istimewa)

Bima, IDN Times - Tiga orang kader PDIP Kota Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat menghadang iring-iringan mobil yang ditumpangi Presiden Joko "Jokowi" Widodo dalam kunjungan kerja, Kamis (29/12/2022).

Peristiwa viral tersebut terjadi saat rombongan presiden melewati batas kota di lingkungan Wadu Mbolo Kelurahan Dara Bima. 

Kejadian itu sempat terekam warga yang menyambut kedatangan presiden di sekitar lokasi. Bahkan, video dengan durasi 12 detik tersebut hingga viral di media sosial (medsos).

1. Terobos pengawalan, lalu menghadang mobil presiden

Foto mobil Presiden Joko Widodo dikawal Paspampres ketika hendak keluar dari Bandara SMS Bima (IDN Times/Juliadin)

Dalam video viral itu, tampak tiga orang pria yang nekat menerobos pengawalan dari pasukan pengamanan. Kemudian mereka tampang menghadang mobil presiden saat iring-iringan melintas di jalan raya.

Dalam aksinya, dua di antara kader partai banteng moncong putih ini terlihat menenteng bendera PDIP. Untungnya, aksi mereka dengan sigap dicegat oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan TNI.

2. Video yang beredar tidak menggambarkan semua kejadian

Presiden Jokowi kunjungi IKN pakai jalur laut dari Balikpapan (dok.Sekretariat Presiden)

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Bima Ahmad Yadiansyah membenarkan adanya insiden tersebut saat dikonfirmasi. Tiga orang warga yang pertama kali menghadang mobil presiden merupakan kader partai PDIP Kota Bima. 

Ia  memastikan, rekaman video yang beredar luas itu tidak utuh menggambarkan situasi yang terjadi. Tidak menampilkan semua kejadian saat Jokowi pun tetap memberikan respons positif dengan menemui para kader PDIP. 

"Kader saya tadi dipanggil presiden. Dia ditanya soal aspirasi kader PDIP di Bima," terangnya menguraikan kejadian.

3. Bentuk euforia dan penuhi keinginan warga

Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Ibu Iriana Jokowi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Aksi pengadangan tersebut, kata Yadiansyah sengaja dilakukan kader PDIP untuk penuhi keinginan warga. Agar mereka bisa berinteraksi secara langsung dengan Presiden Jokowi dalam jarak dekat.

"Kami bantu hentikan mobil presiden, demi warga. Tidak ada niat jahat, aksi tadi hanya bentuk euforia karena presiden dari partai yang diusung PDIP datang ke Bima," tandasnya.

Editorial Team

Related Article