Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kapal Wisata Mengangkut 37 Turis Tenggelam di Bima

Kapal Wisata Mengangkut 37 Turis Tenggelam di Bima
Proses evakuasi korban kapal wisata tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Jumat (17/7/2026). (dok. SAR Mataram )
Share Article

Mataram, IDN Times - Sebuah kapal wisata yang mengangkut 37 turis asing dan domestik serta 8 anak buah kapal (ABK,) tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis malam (16/7/2026). Seluruh penumpang dan ABK yang berjumlah 45 orang berhasil diselamatkan.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi menjelaskan peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 19.45 WITA saat kapal dalam perjalanan dari Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat menuju Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Kapal wisata tersebut dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya tenggelam.

"Total 45 orang berada di atas kapal, yang terdiri dari 8 anak buah kapal (ABK) dan 37 penumpang. Dari total jumlah tersebut, 16 orang merupakan warga negara Indonesia dan 29 orang warga negara asing," kata Hariyadi, Jumat (17/7/2026).

1. Korban dievakuasi menggunakan tiga kapal

IMG-20260717-WA0032.jpg
Proses evakuasi korban kapal wisata tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Jumat (17/7/2026). (dok. SAR Mataram )

Hariyadi menjelaskan setelah menerima laporan, Kantor SAR Mataram segera berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengerahkan personel dari Pos SAR Bima. Proses evakuasi dilakukan melalui sinergi antara Polairud Polres Bima , KSOP Bima, SROP Bima, BPBD Kabupaten Bima, dan KUPP Labuhan Lombok dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Di antaranya, Kapal "Sukha Sail", "Majestic", dan "Sultan" merespons sinyal darurat dengan sangat sigap. Hariyadi mengatakan kapal "Sukha Sail" menjadi yang pertama mengevakuasi para korban dari lifecraft ke atas kapal.

2. Evakuasi korban berlangsung hingga dini hari

IMG-20260717-WA0031.jpg
Proses evakuasi korban kapal wisata tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Jumat (17/7/2026). (dok. SAR Mataram )

Selanjutnya, para korban dievakuasi ke kapal 'Majestic' dan 'Sultan'. Sebanyak 17 orang dievakuasi ke kapal 'Sultan', sementara 28 orang lainnya dievaluasi menggunakan kapal 'Majestic'.

Proses evakuasi korban berlangsung hingga dini hari. Pada Jumat (17/7/2026) pukul 02.45 WITA, diberangkatkan kapal "KM Amokti Palapa" dari Pelabuhan Bima ke lokasi yang telah ditentukan sebelumnya untuk penjemputan korban.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan kru," terangnya.

3. Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat ke Pelabuhan Bima

IMG-20260717-WA0026.jpg
Proses evakuasi korban kapal wisata tenggelam di Perairan Tanjung Katupa, Kabupaten Bima, Jumat (17/7/2026). (dok. SAR Mataram )

Berkat kerja keras tim, kata Hariyadi, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Para korban telah tiba pada pukul 09.23 Wita di Pelabuhan Bima dengan menggunakan kapal KM Amokti Palapa untuk penanganan lebih lanjut.

"Setelah memastikan seluruh penumpang dan ABK tiba dengan selamat di Pelabuhan Bima pada pagi hari ini, Operasi Pencarian dan Pertolongan secara resmi dinyatakan ditutup," tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Latest News NTB

See More