NTB Tawarkan Kerajaan Maroko Proyek Investasi 4 Hotel Mewah Rp1,61 Triliun

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menawarkan empat proyek investasi pembangunan hotel mewah bintang 5 senilai Rp1,61 triliun kepada Kerajaan Maroko. Empat proyek siap investasi atau Investment Project Ready to Offer (IPRO) tersebut tersebar di Lombok Utara, Lombok Barat dan kawasan Mandalika Lombok Tengah.
Pemprov NTB sedang membuka peluang kerja sama strategis bersama Kerajaan Maroko di berbagai sektor unggulan. Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menerima kunjungan perwakilan Kerajaan Maroko pada Jumat (17/7/2026).
Dia didampingi Sekretaris Daerah NTB Abul Chair, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Samsudin, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Irnadi Kusuma.
1. Deretan investasi hotel mewah yang ditawarkan ke Maroko

Pada kesempatan tersebut, Iqbal menawarkan 4 proyek investasi hotel mewah bintang lima ke Kerajaan Maroko. Di antaranya, Kerakas Beach Five-Star Hotel di Lombok Utara dan Gili Gede Luxury Resort & Five-Star Hotel, Lombok Barat. Kemudian Mautika Mandalika Hotel, dan Kuta Heights Hotel di kawasan Mandalika, Lombok Tengah.
"Seluruh proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp1,61 triliun dan telah dipersiapkan dengan dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, serta prospek pasar yang menjanjikan," kata Iqbal.
Dia menjelaskan pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi yang telah terjalin antara Pemprov NTB dan Pemerintah Kerajaan Maroko untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Khususnya di bidang investasi, perdagangan, pariwisata, energi, pengembangan sumber daya alam, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Iqbal menegaskan bahwa kerja sama internasional harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hilirisasi industri, serta penguatan daya saing ekonomi daerah. Dia memperkenalkan NTB sebagai daerah dengan potensi investasi yang besar dan beragam.
Dengan jumlah penduduk sekitar 5,81 juta jiwa, didominasi usia produktif, serta didukung pertumbuhan ekonomi yang stabil dan posisi geografis yang strategis sebagai gerbang kawasan timur Indonesia. Sehingga NTB dinilai memiliki fondasi kuat untuk menjadi tujuan investasi internasional.
2. Program penanaman satu juta pohon kelapa dan kopi

Pada sektor pariwisata, Iqbal menawarkan konsep road to quality tourism, yaitu pembangunan destinasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Saat ini, NTB memiliki 265 destinasi wisata, 375 desa wisata, serta infrastruktur pendukung yang terus berkembang.
Dia menyebut tren kunjungan wisatawan menunjukkan peningkatan, seiring dengan upaya memperluas konektivitas penerbangan internasional dan pengembangan investasi di bidang perhotelan, kawasan wisata, serta transportasi pariwisata.
Sektor pertanian turut menjadi salah satu kekuatan utama NTB dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Berbagai komoditas unggulan seperti padi, jagung, bawang merah, cabai, kopi, kakao, kelapa, vanili, hingga tembakau menjadi peluang investasi yang menjanjikan.
Dia mengungkapkan, Pemprov NTB sedang menjalankan program penanaman satu juta pohon kelapa dan satu juta pohon kopi sebagai bagian dari strategi pembangunan pertanian berkelanjutan yang terintegrasi dengan industri pengolahan hasil pertanian.
Di sektor peternakan, NTB dikenal sebagai salah satu sentra produksi sapi potong nasional. Pemprov NTB membuka peluang investasi pada pengembangan pembibitan, rumah potong hewan modern, industri pengolahan daging, produk susu, hingga proyek strategis Investment Project Ready to Offer (IPRO) Beef Cattle Farming di Labangka, Kabupaten Sumbawa.
Selain itu, potensi besar juga dimiliki sektor kelautan dan perikanan. Produksi perikanan yang mencapai sekitar 1,25 juta ton pada 2025 menjadi modal penting bagi pengembangan industri pengolahan hasil perikanan, pembangunan fasilitas cold chain. Serta hilirisasi berbagai komoditas ekspor unggulan seperti tuna, udang vaname, lobster, rumput laut, dan garam.
3. Tawarkan investasi PLTS terapung di 15 bendungan besar

Iqbal menambahkan, NTB juga memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang sangat besar, terutama energi surya, angin, air, biomassa, dan panas bumi. Potensi tersebut diperkuat dengan keberadaan sedikitnya 15 bendungan besar yang dapat dikembangkan sebagai lokasi pembangkit listrik tenaga surya terapung maupun sistem pembangkit listrik hibrida.
Selain itu, sumber daya mineral strategis seperti tembaga, emas, perak, mangan, pasir besi, dan timbal menjadi peluang besar bagi pengembangan industri hilirisasi berbasis energi hijau. Dia berharap hubungan dengan Kerajaan Maroko tidak hanya berkembang dalam bentuk perdagangan dan investasi, tetapi juga penguatan kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan teknologi, energi terbarukan, pertanian modern, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.


















