Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Simpatisan Keracunan Usai Makan Nasbung pada Deklarasi Cabup Dompu

Simpatisan Keracunan Usai Makan Nasbung pada Deklarasi Cabup Dompu
Foto para korban saat dirawat di Puskesmas Kempo (Dok/Polsek Kempo)
Share Article

Dompu, IDN Times - Sebanyak 16 anak-anak dan lanjut usia (Lansia) di Desa Soro Barat Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) keracunan usai menyantap nasi bungkus (nasbung) setelah deklarasi bakal calon bupati (cabup) dan wakil bupati Dompu. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (7/8/2024) pada pukul 22.00 Wita.

Kapolsek Kempo, Ipda Jubaidin mengatakan, nasi bungkus itu mulanya berasal dari rumah Madun, warga Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Kemudian dibawa oleh rekannya, Landa bersama tim ke acara deklarasi salah satu bakal calon bupati dan wakil bupati Dompu.

1. Sakit perut dan mual-mual

ilustrasi orang mual (freepik.com/Jcomp)
ilustrasi orang mual (freepik.com/Jcomp)

Dalam perjalanan, Landa bersama tim sempat istirahat dan makan nasi bungkus tersebut. Usai makan, mereka tiba-tiba langsung mengalami gejala sakit perut dan mual-mual.

"Tiga orang di antaranya langsung dilarikan ke pustu siaga Desa Kandai II dan Puskesmas Rasa Nggaro," kata Kapolsek dikonfirmasi, Kamis sore (8/8/2024).

2. Nasi dibawa pulang ke rumah

Foto para korban saat dirawat di Puskesmas Kempo (Dok/Polsek Kempo)
Foto para korban saat dirawat di Puskesmas Kempo (Dok/Polsek Kempo)

Bukannya dibuang, belasan nasi bungkus itu dibawa kembali oleh Landa ke rumahnya di Desa Soro Barat, lalu membagikan ke keluarga dan tetangga yang merupakan anak-anak dan lansia. Tidak lama setelah makan, mereka langsung mengalami gejala mual-mual dan sakit perut.

"Ada 13 orang yang makan nasi saat itu, meliputi anak-anak dan Lansia. Lima di antaranya usia anak-anak," bebernya.

Pihak keluarga yang menyadari keracunan, kemudian melarikan para korban ke Puskesmas Kempo. Kini, kondisi mereka sudah mulai membaik dan sebagian lain telah dipulangkan ke rumahnya masing-masing.

3. Kemungkinan korban akan bertambah

ilustrasi sakit perut (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi sakit perut (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kapolsek mengatakan, dari keterangan para orangtua korban, bahwa nasi bungkus yang dimakan oleh anak-anaknya sudah dalam keadaan basi. Hal itu diketahui setelah para korban mulai mengalami sakit perut.

"Dengan kejadian ini tidak menutup kemungkinan korban akan bertambah, mengingat nasi bungkus tersebut dikonsumsi secara bersamaan," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Turun ke Lapangan, Gubernur NTT Temukan Banyak Warga Miskin Tak Terdata

20 Jun 2026, 19:28 WIBNews