Pemkot Bima Serahkan Pengelolaan Pantai Lawata ke Investor

Kota Bima, IDN Times - Pemerintah Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sepenuhnya menyerahkan pengelolaan destinasi wisata Pantai Lawata ke pihak investor. Trobosan ini dilakukan guna mendongkrak pendapatan daerah dari sektor pariwisata.
"Tujuannya, untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD)," kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bima, Mahfud dikonfirmasi Kamis (8/8/2024).
1. Fasilitas akan ditingkatkan

Selain dongkrak PAD, penyerahan pengelolaan wisata ini juga sebagai upaya dalam menarik pengunjung. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara, mengingat tingkat kunjungan selama ini cukup minim.
Kepada pihak investor, pihaknya mengusulkan peningkatan revitalisasi infrastruktur. Kemudian peningkatan aksesibilitas, dan pembangunan fasilitas publik yang memadai.
"Seperti pembangunan tracking mangrove dan pembuatan sarana panjat tebing. Semua fasilitas yang ada saat ini juga akan dilengkapi pihak investor," jelasnya.
2. Tingkatkan pendapatan pelaku UMKM

Hal terpenting dari usulan tersebut agar penataan kawasan Lawata dan kawasan Pantai Amahami sekitarnya untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi para pedagang. Kemudian meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat lokal.
"Efeknya nanti juga akan meningkat pendapatan para pedagang di sekitar kawasan Pantai Lawata, bahkan di Pantai Amahami," bebernya.
3. Dekat dengan pusat kota

Menurut Mahfud, Pantai Lawata baru bisa dikenal lebih luas harus dikelola secara profesional di tangan investor. Untuk itu, ia berharap Pantai Lawata kedepannya bisa lebih menarik sehingga dikenal banyak orang.
"Pantai Lawata nanti akan semakin cantik lewat tangan profesional," katanya.
Diketahui, Pantai Lawata merupakan salah satu iKon wisata kebanggan warga Kota Bima. Lokasinya cukup strategis, berada di jalan lintas pintu masuk wilayah dan dekat dengan pusat Kota Bima.



















