Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Setahun Memimpin, Gubernur Klaim Kemiskinan Turun dan Ekonomi NTT Melejit

Setahun Memimpin, Gubernur Klaim Kemiskinan Turun dan Ekonomi NTT Melejit
Gubernur NTT Melki Laka Lena sampaikan pencapaian setahun pimpin NTT. (Dok Humas Setda Provinsi NTT)
Intinya Sih
5W1H
  • Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melaporkan ekonomi daerah tumbuh 5,14 persen dan angka kemiskinan turun menjadi 17,50 persen selama satu tahun kepemimpinannya.
  • Pertanian dan peternakan meningkat signifikan dengan produksi padi naik 36,81 persen serta populasi sapi bertambah, didukung program OVOP dan pembentukan NTT Mart di seluruh kabupaten/kota.
  • Pemerintah menyiapkan Rp96,53 miliar untuk memperbaiki jalan rusak dan mengatasi keluhan infrastruktur, sambil menjadikan survei kepuasan masyarakat sebagai alat evaluasi kebijakan publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengklaim dalam setahun kepemimpinannya tren ekonomi NTT naik dan angka kemiskinan mulai turun. Melki mengungkapkan ini dalam Rapat Paripurna DPRD NTT, Jumat (20/2/2026), bertepatan dengan satu tahun ia dilantik bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma sebagai pemimpin NTT.

“Tren ekonomi kita bergerak positif dan kemiskinan mulai menurun. Ini fondasi penting untuk tahun-tahun berikutnya,” tandas Melki.

1. Ekonomi naik 5,14 persen, kemiskinan turun 17,50 persen

Ilustrasi uang rupiah dan dampak ekonomi. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Ilustrasi uang rupiah dan dampak ekonomi. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Dalam catatannya, Melki menyebut pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2025 naik hingga 5,14 persen sedangkan angka kemiskinan turun hingga 17,50 persen. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa arah kebijakannya sudah mulai berdampak.

Ia juga memaparkan hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) yang dirilis Voxpol Center pada Januari 2026. Survei itu menunjukkan 40,1 persen responden menaruh perhatian pada isu ekonomi dan kesejahteraan.

"Sektor ekonomi dan kesejahteraan kita menjadi perhatian utama publik dan survei terhadap 800 responden di 22 kabupaten/kota ini mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Melki–Johni mencapai 80,5 persen," ungkap dia.

2. Peternakan dan pertanian juga tumbuh

ilustrasi sapi (pexels.com/Victor Lundberg)
ilustrasi sapi (pexels.com/Victor Lundberg)

Ia juga membanggakan NTT yang meraih penghargaan Pin Swasembada Pangan dan masuk lima besar nasional untuk peningkatan produksi pangan. Hal itu selaras dengan produksi padi NTT naik signifikan 36,81 persen dibanding 2024, mendekati 1 juta ton gabah kering giling.

Sektor peternakan juga ikut tumbuh, kata dia, dengan adanya peningkatan populasi sapi dari 581.918 ekor pada 2023 menjadi 622.276 ekor pada 2025, atau naik sekitar 6,9 persen dalam dua tahun terakhir.

Melki menegaskan penguatan sektor pertanian, peternakan, kelautan (ekonomi biru), dan pariwisata menjadi tulang punggung strategi ekonomi daerah, termasuk melalui hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk lokal.

Ia juga mengandalkan program One Village One Product (OVOP) pada 44 produk unggulan dan 190 UMKM dalam memperluas akses pasar pada masa kepemimpinannya. Ia juga membentuk NTT Mart di 22 kabupaten/kota sebagai simpul pemasaran produk lokal.

Sementara di sisi perlindungan sosial, sebanyak 100 ribu pekerja rentan sektor informal mendapat jaminan sosial. Pemprov mengklaim skema ini sebagai yang terbesar di Indonesia untuk tingkat pemerintah daerah.

3. Tanggapi soal jalan rusak

Akses jalan terhambat lahar Gunung Api Lewotobi Laki-laki. (Dok Badan Geologi)
Akses jalan terhambat lahar Gunung Api Lewotobi Laki-laki. (Dok Badan Geologi)

Pada saat yang sama ia menanggapi pengeluhan 69,7 persen responden soal persoalan infrastruktur dan kondisi jalan rusak atau yang belum memadai, termasuk 11,1 persen responden yang menyoroti akses air bersih yang belum merata.

Pemprov NTT, kata dia, sudah mengalokasikan Rp96,53 miliar untuk perbaikan jalan provinsi serta mendorong skema Inpres Jalan Daerah (IJD).

"Ini jadi pekerjaan rumah terbesar bagi kita," sebut dia.

Pada saat yang sama Melki menegaskan Survei Kepuasan Masyarakat menjadi “audit sosial” untuk mengukur dampak kebijakan.

“Pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti jika tidak berdampak pada kesejahteraan warga. Survei ini jadi bahan evaluasi agar kebijakan makin tepat sasaran,” tegasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More