Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Rohmi akan Permudah Investor di NTB, Iqbal: Jangan Hanya Jual Mimpi!
Debat kedua pilkada NTB, Jumat (8/11/2024). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Debat kedua pilkada NTB berlangsung pada Jumat (8/11/2024) di Kota Mataram. Dalam debat itu, calon gubernur NTB nomor urut 01, Sitti Rohmi Djalilah akan menggelar karpet merah untuk seluruh investor yang ingin menanamkan modalnya jika terpilih menjadi gubernur. Ia akan mempermudah investor untuk menanamkan modalnya di NTB.

Hal itu diungkapkan Rohmi saat menjawab pertanyaan dengan subtema tentang keuangan ekspor dan investasi. Pada segmen ini, hal yang dibahas adalah persoalan tentang Pemda yang lebih fokus mengutamakan investor besar, padahal pengusaha kecil, mikro dan menengah juga merupakan investor yang turut berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

1. Tidak akan membedakan investor besar dan kecil

Cagub NTB nomor urut 01 Sitti Rohmi Djalilah saat bertanya ke Cagub NTB nomor urut 03 Lalu Muhamad Iqbal pada debat kedua Pilgub NTB 2024 di Hotel Lombok Raya, Kota Mataram, Jumat (8/11/2024) malam. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menjawab pertanyaan tersebut, mantan Wakil Gubernur NTB ini menegaskan tidak akan membedakan perlakuan antara investor besar dan kecil. Karena itu untuk meningkatkan investasi, menurutnya yang paling utama yaitu menciptakan iklim investasi yang sehat tanpa membedakan investor besar dan kecil.

Dari sisi perizinan lebih baik dilakukan secara digitalisasi sehingga prosesnya lebih baik dan objektif.

"Investasi tidak hanya berbicara investasi besar, tetapi seluruh investasi yang masuk ke NTB harus kita diberikan karpet merah," tegasnya.

Lanjut Rohmi, yang paling utama dalam investasi yaitu bagaimana memastikan investor nyaman dalam berinvestasi di NTB. Karena itu, menurutnya perlu ada pendampingan terhadap semua, agar semua investasi yang masuk di NTB serius dan bisa diproses dengan baik sehingga tidak terlalu berlama-lama.

Permasalahan investasi yaitu lamanya terealisasi dari keinginan berinvestasi deri investor, bahkan tegasnya kadang-kadang sampai bertahun-tahun tidak selesai. Sehingga, untuk investasi pihaknya fokus menghadirkan iklim investasi yang baik.

"Pendampingan ke lokasi atau tempat melakukan investasi agar masyarakat menerima dengan baik dan menerima penjelasan secara komprehensif sehingga dampaknya investasi berkembang dengan baik," ucapnya.

2. Zul setuju dengan jawaban Rohmi

Debat kedua Pilkada NTB, Jumat (8/11/2024). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menanggapi jawaban nomor urut 01, calon gubernur NTB nomor urut 02, Zulkieflimansyah mengatakan, menyediakan lingkungan yang kondusif untuk investasi merupakan hal yang mutlak harus dilakukan. Ia mengaku bahwa pada masa kepemimpinannya sebagai Gubernur ia tidak membedakan antara investor besar dan kecil.

"Bukan hanya investor besar yang kami layani dengan bagus, tetapi yang kecil juga," tegasnya.

Menurutnya, hal itu terbukti setelah pandemik COVID-19, pihaknya mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memaksa pengusaha kecil untuk berinvestasi. Sehingga mempu menghadirkan 5000 usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Setelah pandemik COVID-19, ekonomi NTB berdasarkan data BNPB terbaik di Indonesia, karena kita mampu memaksa pengusaha kecil untuk berinvestasi," ucapnya.

3. Iqbal sebut hanya mimpi

Foto Calon Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal saat konvoi di Kabupaten Bima (Dok/Istimewa)

Menanggapi pernyataan dari paslon 01 dan 02, calon gubernur nomor urut 03, Lalu Muhammad Iqbal mengaskan jangan hanya menjual mimpi. Karena mengenai investasi, ada masalah terbesar yang dihadapi oleh sebagian Pemerintah Daerah (Pemda).

Masalah yang dimaksudkan yaitu salah satunya soal Investment Project Ready to Offer (IPRO). Itu adalah dokumen proposal proyek investasi yang siap ditawarkan, yang berisi dokumen informasi seperti lokasi potensial, potensi sumber bahan baku, peluang pasar, kesiapan wilayah, dan kelayakan finansial proyek.

Iqbal menyebut rata-rata project yang ditawarkan Pemda tidak sesuai dan tidak memenuhi standar IPRO, termasuk NTB.

"Teman-teman kadang-kadang tidak bisa membedakan mana menjual mimpi dan project. Saya 28 tahun jadi promotor investasi, yang dijual itu adalah project bukan mimpi," jelas Ikbal.

Editorial Team

EditorRuhaili

Related Article