- Hipertensi: 483 kasus
- ISPA: 418 kasus
- Low Back Pain (LBP): 248 kasus
- Myalgia: 245 kasus
- Dispepsia: 152 kasus
- Common cold/batuk pilek: 99 kasus
- Kehamilan/obstetri: 98 kasus
- Tension Type Headache (TTH): 64 kasus
- Vulnus laceratum/luka robek: 60 kasus
- Diabetes melitus: 39 kasus
192 Anak Dirawat Pascagempa Flores, ISPA Jadi Kasus Terbanyak

- Posko Kesehatan Manggarai Barat merawat 192 anak pascagempa Flores pada 15–21 Agustus 2026, dengan kelompok usia 6–15 tahun terbanyak, yakni 82 anak.
- ISPA menjadi diagnosis utama pada pasien anak dengan 96 kasus atau 50 persen, disusul cedera 23 kasus; total terdapat 41 jenis penyakit yang tercatat.
- Pada seluruh kelompok usia, hipertensi menjadi kasus terbanyak dengan 483 penderita. Dinkes mengerahkan fasilitas kesehatan untuk evakuasi, layanan luar gedung, pemantauan korban, dan pemeriksaan bangunan.
Kupang, IDN Times - Data Posko Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat mencatat sebanyak 192 anak mendapat perawatan pascagempa Flores pada 15–21 Agustus 2026. Korban terbanyak berasal dari kelompok usia 6–15 tahun, yakni 82 anak atau 42,7 persen dari total korban. Dari jumlah itu, kasus terbanyak adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Theresia Asmoni, menyampaikan data tersebut dalam keterangannya, Senin (24/8/2026). Ia merinci, korban dari kelompok usia 1–5 tahun sebanyak 76 anak (39,6 persen), usia 1–11 bulan sebanyak 27 anak (14,1 persen), dan bayi berusia kurang dari satu bulan sebanyak 7
"Separuh dari total pasien anak ini adalah dari kelompok usia 6 - 15 tahun," ungkapnya.
1. Pasien anak lebih banyak menderita ISPA

Paramedis atau nakes yang bertugas merawat korban gempa Flores. (Dok Istimewa) Theresia juga memaparkan 10 jenis penyakit yang paling banyak didiagnosis tenaga kesehatan sejak bencana terjadi. Berdasarkan hasil diagnosis, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di lokasi pengungsian pascabencana.
"Tercatat 96 anak atau 50 persen dari seluruh pasien anak mengalami ISPA," tukasnya.
Selain ISPA, tenaga kesehatan mencatat 23 kasus anak mengalami luka atau cedera. Kemudian, common cold sebanyak 11 kasus, dispepsia dan malaise masing-masing lima kasus, serta diare dan myalgia masing-masing empat kasus.
Temuan lainnya yakni allergic rhinitis dan fracture, masing-masing sebanyak tiga kasus. "Ini merupakan 10 penyakit yang paling banyak didiagnosa dari 41 jenis penyakit yang tercatat selama periode 15-21 Agustus 2026," ungkap dia.
2. Daftar 10 penyakit terbanyak yang diderita warga pasca gempa

Paramedis atau nakes yang bertugas merawat korban gempa Flores. (Dok Istimewa) Theresia juga memaparkan daftar 10 penyakit terbanyak yang mereka temukan tidak saja pada anak-anak tapi hingga orang dewasa dan lansia bersama jumlah penderitanya.
Berikut rincian 10 penyakit yang paling banyak ditangani tenaga kesehatan pascagempa di Manggarai Barat:
"Data dari Posko Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan pelayanan dan penanganan kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat," jelas dia.
3. Terus memantau dan mendata korban

Paramedis atau nakes yang bertugas merawat korban gempa Flores. (Dok Istimewa) Pihaknya sejak gempa terjadi telah menginstruksikan sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RSUD Komodo, RS Siloam, serta puskesmas dan pustu, untuk mengevakuasi dan melayani pasien di luar gedung. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko reruntuhan akibat gempa susulan.
"Dinas Kesehatan Manggarai Barat sudah bergerak melakukan langkah-langkah tanggap darurat menanggapi kejadian bencana gempa bumi ini," kata dia.
Pihaknya juga terus memantau dan mendata korban jiwa serta memberikan penanganan medis darurat bagi warga yang mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan. Atas instruksi Sekretariat Daerah Manggarai Barat, pemantauan, monitoring, dan pelaporan cepat terhadap kondisi fisik bangunan fasilitas kesehatan yang terdampak gempa juga dilakukan.





![[FOTO] Potret Desa Adat Sade Lombok sebelum Hangus Terbakar](https://image.idntimes.com/post/20260824/whatsapp-image-2026-08-24-at-11_2d8e4eee-eac9-46a2-a091-f886ac2d5c73.jpeg)
![[FOTO] Potret Pilu Desa Adat Sade usai Kebakaran pada 22 Agustus 2026](https://image.idntimes.com/post/20260824/whatsapp-image-2026-08-23-at-19_f8a32d64-9d67-44ba-8be6-fc4b48b6f48c.jpeg)







![[BREAKING] Desa Wisata Adat Sade di Lombok Tengah Hangus Terbakar](https://image.idntimes.com/post/20260822/whatsapp-image-2026-08-22-at-23_fe7701c6-a488-413e-9c99-041353e40a90.jpeg)



