Polres Lombok Timur Amankan 6 Imigran Gelap dari Pakistan dan Afrika

Lombok Timur, IDN Times – Anggota Satpol Air Polres Lombok Timur mengamankan enam imigran gelap asal mancanegara pada Minggu malam (11/1/2026). Kelompok warga negara asing tersebut diketahui terdiri dari warga negara Pakistan serta sejumlah individu asal benua Afrika.
Mereka diduga kuat tengah menempuh perjalanan melalui jalur laut menuju Australia guna mencari suaka. Saat ini kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami modus dan jalur pemberangkatan yang digunakan para imigran tersebut.
1. Diamankan di Homestay

Kasi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nicolas Usman mengatakan, total jumlah imigran yang diamankan sebanyak 6 orang. Mereka diamankan di wilayah Kecamatan Jerowaru sekitar pukul 23.00 WITA. Operasi pengamanan dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu disalah satu homestay di wilayah ekas Buana, Kecamatan Jerowaru dan di kawasan Tanjung Luar saat akan kembali ke kapal setelah menginap di homestay selama tiga hari tiga malam.
"Keberhasilan operasi ini berawal dari pengembangan informasi dan pengawasan intensif oleh personel Satpol Air di perairan dan wilayah pesisir. Ada yang dijemput di penginapan, ada yang diamankan di kapal," Ungkap Nicolas.
2. Masih menjalani proses pemeriksaan

Keenam imigran gelap saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Lombok Timur. Pihak kepolisian masih mendalami secara khusus tujuan dan rencana perjalanan para imigran tersebut.
"Belum ada yang mau mengaku mau kemana, sementara pengakuannya hanya jalan-jalan saja," ujar Nicolas.
Sementara itu, keterangan sopir pengantar imigran bernama Andi mengaku hanya diperintah oleh pemilik homestay di daerah Ekas untuk mengantar tamu asingnya ke Tanjung Luar. Sampainya di Tanjung Luar, dua orang penumpang ini tidak mau turun sebelum ada kapalnya datang.
Namun, sebelum kapal yang dinanti tiba, anggota kepolisian datang dan mengamankan seluruh pihak di lokasi. Andi mengklaim dirinya tidak mengetahui rencana sebenarnya.
"Sebelum ada jemputan, tiba-tiba anggota datang membawa kami, sementara saya diminta untuk mengantar saja," pungkasnya.
3. Menyelidiki keterlibatan pihak Homestay

Lanjut Nicolas, pihaknya masih menyelidiki keterkaitan semua pihak, termasuk pemilik homestay yang memberi perintah, untuk mengungkap jaringan di balik peristiwa ini.
"Kita akan mendalami penyelidikan kasus ini, apakah ada keterlibatan dari pihak homestay yang sengaja melakukan penyelundupan dengan kedok wisatawan," pungkas Nicolas.


















