Perang Israel-AS vs Iran, Gubernur Pastikan Warga NTB Terpantau KBRI

- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berkoordinasi dengan tujuh KBRI di Timur Tengah untuk memastikan keselamatan dan pemantauan WNI asal NTB di tengah konflik Israel-AS vs Iran.
- Iqbal meminta keluarga di NTB yang memiliki kerabat di Timur Tengah tetap tenang, menjaga komunikasi dengan KBRI atau KJRI, serta memastikan data keberadaan mereka tercatat resmi.
- Pemprov NTB akan terus berkoordinasi dengan Kemenlu dan perwakilan RI secara rutin guna merespons cepat perkembangan situasi dan menjamin perlindungan warga NTB di luar negeri.
Mataram, IDN Times - Menyikapi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah akibat perang Israel-AS vs Iran, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal melakukan koordinasi langsung dengan sejumlah Duta Besar Republik Indonesia di negara-negara Teluk. Guna memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya asal NTB, tetap aman dan terpantau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Timur Tengah.
Iqbal menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral kepala daerah terhadap warganya, di mana pun mereka berada. “Sebagai kepala daerah, saya memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan warga NTB yang berada di luar negeri tetap dalam perlindungan negara, terlebih dalam situasi geopolitik yang berkembang seperti saat ini," kata Iqbal di Mataram, Senin (2/3/2026).
1. Komunikasi dengan tujuh KBRI

Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu berkomunikasi dengan tujuh KBRI yang ada di Timur Tengah. Antar lain KBRI Teheran (Iran), KBRI Riyadh (Arab Saudi), KBRI Muscat (Oman), KBRI Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), KBRI Manama (Bahrain), KBRI Doha (Qatar), dan KBRI Kuwait City.
Dalam pembicaraan tersebut, seluruh perwakilan RI di Timur Tengah memastikan bahwa WNI yang terdata berada dalam pemantauan intensif melalui jaringan masyarakat Indonesia di masing-masing negara. Para Duta Besar juga menyampaikan bahwa rencana kontinjensi telah diaktifkan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi peningkatan eskalasi konflik.
“Para Duta Besar memastikan bahwa seluruh WNI yang terdaftar dalam kondisi terpantau. Masing-masing KBRI telah mengaktifkan rencana kontinjensi sebagai langkah mitigasi jika situasi berkembang lebih jauh,” terangnya.
2. Masyarakat NTB yang punya keluarga di Timur Tengah diminta tenang

Iqbal secara khusus menitipkan warga NTB kepada para Duta Besar RI agar mendapatkan perhatian dan perlindungan maksimal. Dia mengatakan keselamatan mereka menjadi prioritas.
Dia juga mengimbau keluarga di NTB yang memiliki anggota keluarga di kawasan Timur Tengah untuk proaktif memastikan data keberadaan mereka tercatat di KBRI atau KJRI terdekat. Apabila belum terdaftar, keluarga diminta segera menghubungi hotline resmi perwakilan RI di masing-masing negara.
“Kepada masyarakat NTB yang memiliki keluarga di kawasan tersebut, saya mengajak untuk tetap tenang. Pastikan komunikasi dengan KBRI atau KJRI terus terjaga dan ikuti arahan resmi dari perwakilan RI,” ujarnya.
Dalam komunikasi tersebut, Iqbal berbagi pengalamannya dalam menangani perlindungan WNI di wilayah konflik pada masa penugasannya sebelumnya di Kementerian Luar Negeri. Diskusi tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi agar perlindungan warga negara berjalan cepat, terukur, dan adaptif terhadap dinamika lapangan.
3. Koordinasi intensif dengan Kemenlu dan perwakilan RI di luar negeri

Iqbal menegaskan bahwa komunikasi dan pemantauan tidak berhenti pada tahap awal ini. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) serta perwakilan RI di luar negeri akan dilakukan secara berkala guna memastikan perkembangan situasi dapat direspons secara cepat dan tepat.
“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi secara rutin. Pemerintah daerah tidak boleh abai terhadap situasi global yang berpotensi berdampak pada warga kita,” pungkasnya.
Dia menegaskan Pemprov NTB berkomitmen untuk terus hadir, menjaga komunikasi, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam menjamin perlindungan warga NTB di manapun berada.


















