Kemenhaj Beberkan Kondisi Ribuan Jemaah Umrah NTB di Arab Saudi

- Kemenhaj NTB memastikan 1.415 jemaah umrah asal NTB di Arab Saudi dalam kondisi aman, dengan 43 orang dijadwalkan pulang ke Indonesia pada 2 Maret 2026.
- Pemantauan dan koordinasi terus dilakukan bersama PPUI, maskapai, serta KUH Jeddah dan KBRI untuk memastikan jadwal penerbangan jemaah berjalan lancar tanpa hambatan.
- Kemenhaj NTB mengimbau calon jemaah mempertimbangkan penundaan keberangkatan umrah sementara waktu demi keamanan, sambil menunggu situasi Timur Tengah lebih kondusif.
Mataram, IDN Times - Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan seluruh jemaah ibadah umrah asal NTB yang masih berada di Arab Saudi dalam kondisi aman. Total jemaah yang masih berada di Tanah Suci sebanyak 1.415 orang, dimana 43 orang terjadwal pulang ke Tanah Air pada Senin, 2 Maret 2026.
Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi NTB, Lalu Muhammad Amin, menjelaskan bahwa ribuan jemaah umrah asal NTB yang masih melaksanakan ibadah di Tanah Suci dalam kondisi aman meskipun konflik di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran semakin memanas.
"Hingga hari ini ada 1.415 orang, dan yang terjadwal pulang pada hari ini, 2 Maret 2026, sebanyak 43 orang," kata Amin, Senin (2/3/2026).
1. Kemenhaj NTB terus lakukan pemantauan

Dia menegaskan Kemenhaj NTB terus melakukan pemantauan terhadap seluruh jemaah yang berada di Tanah Suci. Baik yang masih melaksanakan ibadah umrah maupun yang akan kembali ke Tanah Air.
"Kami selalu memperbarui data dan informasi terkait jemaah yang akan berangkat maupun yang akan kembali. Insyaallah, selama penerbangan dilakukan secara langsung (direct), tidak akan tertahan di sana," terangnya.
Amin menyebutkan, 1.415 jemaah umrah asal NTB yang berada di Arab Saudi dipastikan kembali ke Tanah Air sesuai jadwal. "Jadi itu terkontrol. Alhamdulillah, situasi penerbangan di Jeddah aman dan terkendali," imbuhnya.
Amin belum dapat memastikan apakah seluruh jemaah umrah asal NTB menggunakan penerbangan langsung dari Jakarta ke Jeddah. Namun, dia memastikan tidak ada jemaah yang berangkat melalui jalur-jalur yang berada di area konflik.
"Penerbangan dari Jeddah ke Jakarta, jika dilakukan secara langsung (direct), tidak ada masalah dan tetap berjalan. Kecuali beberapa negara tetangga di Timur Tengah yang memang menutup bandaranya," jelasnya.
Apabila terdapat jemaah yang menggunakan penerbangan transit, penjadwalan ulang akan dilakukan oleh pihak maskapai. "Intinya, saat ini kami diminta untuk terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPUI) serta pihak maskapai," kata dia.
2. Koordinasi dengan Kantor Urusan Haji dan Umrah di Jeddah

Di sisi lain, Kemenhaj NTB juga telah melakukan koordinasi dengan Kantor Urusan Haji dan Umrah (KUH) di Jeddah, Arab Saudi, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Arab Saudi. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendata jadwal penerbangan para jemaah.
"Sementara ini belum diketahui berapa jumlah jemaah yang melalui penerbangan transit," jelasnya.
Saat ini, pihaknya juga belum menerima laporan pasti mengenai waktu kedatangan 43 jemaah umrah yang dijadwalkan tiba di Lombok pada Senin, 2 Maret 2026. Kementerian masih melakukan verifikasi data karena jadwal kepulangan jemaah tidak sepenuhnya dapat dikontrol oleh kantor wilayah di daerah.
"Hal tersebut tidak bisa kami kontrol sepenuhnya karena yang mengetahui detailnya adalah pihak PPUI. Biasanya transit melalui Kuala Lumpur atau bisa juga langsung ke Jakarta, kemudian dilanjutkan ke Lombok," terang Amin.
3. Jemaah diimbau tunda berangkat umrah

Amin mengimbau seluruh jemaah yang masih berada di Arab Saudi agar tidak panik dan tetap tenang. Terkait isu penundaan pelaksanaan ibadah umrah, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah serta otoritas di Arab Saudi.
"Kami mengimbau untuk tetap tenang dan terus berkomunikasi sesuai situasi dan kondisi. Komunikasi dapat dilakukan dengan PPUI atau pihak travel yang memberangkatkan. Selanjutnya, mereka akan berkoordinasi dengan pihak maskapai dan KUH di Arab Saudi," katanya.
Dia juga mengimbau masyarakat NTB yang berencana melaksanakan ibadah umrah dalam situasi saat ini untuk mempertimbangkan penundaan keberangkatan ke Tanah Suci.
"Ini hanya imbauan. Jika melihat situasi dan kondisi, sebaiknya menunda keberangkatan. Bukan berarti tidak berangkat, tetapi menunda sesuai dengan kondisi keamanan penerbangan," tandasnya.
![[QUIZ] Apakah Anak Mendapat Validasi Emosi yang Cukup? Cek Tandanya di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260218/pexels-rdne-8489335_c33fdb3e-6045-4dce-98d9-16e40841d402.jpg)
![[QUIZ] Pernah Merasakan Ini? Cek Seberapa Peka Kamu pada Perasaan yang Sulit Dijelaskan!](https://image.idntimes.com/post/20251030/pexels-belacheers-1892512_27c4933c-3ef5-4512-8254-3348665415d1.jpg)
















