Polisi Ungkap Penyelundup Pertalite di Flores, BBM Dibeli dari SPBU

- Polda NTT mengungkap penyelundupan Pertalite di Kabupaten Sikka dan Manggarai Timur dengan total ratusan liter BBM bersubsidi yang dibeli dari SPBU untuk dijual kembali demi keuntungan.
- Di Sikka, dua pelaku ditangkap dengan barang bukti 910,5 liter Pertalite yang dikumpulkan melalui pembelian berulang di SPBU menggunakan barcode kendaraan sebelum disalurkan ke wilayah lain.
- Polres Manggarai Timur menyita 385 liter Pertalite dan minyak tanah dari dua pelaku, sementara seluruh tersangka kini menjalani penyidikan lanjutan guna membongkar jaringan penyelundupan BBM bersubsidi.
Kupang, IDN Times - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengungkap kasus penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Kali ini terjadi di Kabupaten Sikka dan Manggarai Timur, Pulau Flores, NTT dengan temuan BBM jenis Pertalite yang coba diselundupkan ke wilayah lainnya.
Polisi telah mengamankan mencapai ratusan liter dari masing-masing kabupaten tersebut dan menjadi barang bukti penting.
Berdasarkan penelusuran awal diketahui pembelian langsung dari SPBU maupun adanya perantara. Selanjutnya menyelidiki lebih dalam kasus ini untuk mengungkap jaringan penyelundupan tersebut.
1. Ada 910,5 liter Pertalite yang akan diselundupkan dari Sikka

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sikka sendiri mengungkap total 910,5 liter Pertalite dari tangan dua pelaku AF alias Ano dan YT alias Jon. Rinciannya dari 484,5 liter dari AF dan 426 liter dari YT.
Pada pemeriksaan awal keduanya mengaku membeli berulang-ulang Pertalite di SPBU menggunakan barcode kendaraan. BBM tersebut kemudian disalin lagi ke dalam botol dan jerigen.
"Selanjutnya mereka akan mendistribusikan kembali ke wilayah Flores Timur agar memperoleh keuntungan lebih," jelas Kapolres Sikka, AKBP Bambang Supeno, Rabu (29/4/2026)
Berdasarkan pengungkapan kasus hasil operasi pada Selasa (28/4/2026) ini maka pihaknya akan mendalami lebih lanjut kemungkinan keterlibatan pihak lainnya lagi.
2. Penyelundupan 385 liter Pertalite dan minyak tanah di Manggarai Timur

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto membenarkan penangkapan dua pelaku penyelundup BBM jenis Pertalite dan minyak tanah pada operasi di hari yang sama.
Pengungkapan tersebut dilakukan oleh Unit Jatanras bersama Unit Tipiter Satreskrim Polres Manggarai Timur di Kampung Lame, Desa Golo Lobos, Kecamatan Lamba Leda Selatan.
Mereka menangkap SH (48) selaku pemilik BBM dan LW (37) yang adalah sopir pikap yang turut diamankan sebagai bukti. Barang bukti lengkapnya, kata dia, berupa 8 jerigen berisi sekitar 280 liter Pertalite serta 3 jerigen berisi 105 liter minyak tanah.
"Totalnya mencapai 385 liter," sebutnya dalam keterangan tertulis Rabu (29/4/2026).
Para pelaku mengaku membeli dari SPBU Carep di Ruteng dan bertujuan membawa ratusan liter Pertalite ini ke wilayah Tangkul, Desa Rende Nao, Kecamatan Lamba Leda Timur.
3. Dalam penyelidikan lanjut

Untuk kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Manggarai Timur guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut oleh Unit Tipiter Satreskrim.
Sementara para pelaku di Sikka dalam proses penyelidikan dan akan ditingkatkan ke tahap penyidikan apabila ditemukan unsur pidana yang cukup.
Baik Polres Manggarai Timur dan Polres Sikka mengimbau masyarakat mendukung Polri dalam menjaga distribusi energi hingga ke wilayah pelosok. Masyarakat ditegaskan agar tidak terlibat dalam praktik ilegal terkait distribusi BBM serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.


















