Petani di Dompu Terseret Banjir saat Selamatkan Kuda di Pinggir Sungai

Dompu, IDN Times - Seorang petani bernama Syamsudin Rahman asal Desa Lapedi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hanyut terseret banjir usai wilayah setempat diguyur hujan lebat, Senin sore (20/1/2025). Hingga malam ini, pria paruh baya berusia 52 itu masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan di sekitar lokasi.
"Iya benar, korban atas nama Syamsudin Rahman hanyut terseret banjir sungai tadi sore," kata Kapolsek Pajo, Ipda Gunawan Husni Jaya dikonfirmasi Senin malam.
1. Korban sempat dilarang oleh istri

Menurut Kapolsek, kejadian berawal saat korban pergi ke kebun bersama istrinya, Siti Suknah (50). Saat itu, hujan deras mengguyur wilayah setempat hingga menyebabkan banjir meluap ke pinggiran sungai tempat korban mengikat kuda.
Khawatir kudanya terseret arus, korban saat itu berusaha lepas ikat kuda untuk ditarik dari pinggir sungai. Saat itulah kejadian nahas menimpa korban terseret arus sungai, sementara kudanya selamat.
"Istrinya sempat melarang korban saat itu, tapi tidak ia gubris karena khawatir kudanya terseret arus," jelasnya.
2. Lapor kejadian ke warga di perkampungan

Melihat sang suami hilang terseret arus sungai, Siti Suknah histeris di lokasi dan bergegas melaporkan kejadian itu ke warga di perkampungan. Warga dan petugas lalu berbondong-bondong ke lokasi untuk melakukan pencarian.
"Hingga malam ini korban masih dicari melibatkan tim gabungan TNI, Polri, tim SAR, BPBD Dompu dengan dibantu warga oleh setempat tapi belum juga ditemukan," jelasnya.
3. Pencarian dilanjutkan besok pagi

Menurut Kapolsek, arus sungai yang masih deras jadi kendala pencarian korban di lapangan. Jika malam ini belum juga ditemukan, pencarian korban akan dilanjutkan besok pagi dengan memperluas lokasi pencarian.
"Semoga korban cepat ditemukan. Pencarian korban akan dilanjutkan besok pagi (hari ini, red) dengan menyisir aliran sungai yang mengarah ke Desa Wawonduru," pungkasnya.



















