Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pendaki yang Hilang di Gunung Mutis Ditemukan usai 15 Jam Pencarian

Pendaki yang Hilang di Gunung Mutis Ditemukan usai 15 Jam Pencarian
Remaja Tersesat 15 Jam di Mutis Pasca Terpisah dari Rombongan. (Dok Basarnas Kupang)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Cita (18) tersesat selama lebih dari 15 jam di kawasan Gunung Mutis, TTS, setelah terpisah dari rombongan pendaki saat perjalanan turun pada Minggu sore.
  • Tim SAR menerima laporan kehilangan pukul 22.20 WITA dan segera menurunkan enam personel rescue yang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencarian malam itu juga.
  • Korban ditemukan selamat pada Senin pagi sekitar pukul 07.45 WITA di koordinat yang ditentukan, setelah operasi pencarian intensif dilakukan sejak dini hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Cita (18), seorang remaja perempuan, tersesat selama lebih dari 15 jam di kawasan Gunung Mutis, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Korban dilaporkan hilang setelah terpisah dari rombongan saat perjalanan turun dari Gunung Mutis pada Minggu (10/5/2026). Tim SAR kemudian melakukan pencarian usai menerima laporan hilangnya korban sekitar pukul 22.20 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Mexianus Bekabel, mengatakan proses pencarian langsung dilakukan begitu laporan diterima dari pihak keluarga dan rombongan pendaki.

1. Sempat dicari namun belum ditemukan

Seorang remaja diselimuti selimut duduk di bagian belakang mobil biru setelah ditemukan, dikelilingi beberapa orang di area pegunungan.
Remaja Tersesat 15 Jam di Mutis Pasca Terpisah dari Rombongan. (Dok Basarnas Kupang)

Peristiwa itu bermula saat remaja tersebut turun turun dengan rombongannya sekitar pukul 16.00 WITA. Mereka awalnya mendaki ke Gunung Mutis sekitar pukul 05.00 WITA.

"Namun saat perjalanan turun korban tidak lagi berada dalam rombongan. Korban kemudian diketahui hilang," kata Mexianus dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Kemudian rekannya melakukan pencarian awal bersama dengan masyarakat setempat dan petugas Taman Nasional Gunung Mutis namun korban masih belum ditemukan pada upaya pertama itu. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Unit Siaga SAR Kefamenanu untuk meminta bantuan pencarian.

2. Enam personel diturunkan

Tim Basarnas Kupang mengenakan seragam oranye berdiri di dekat kendaraan penyelamat di area hutan Mutis saat melakukan briefing pencarian.
Remaja Tersesat 15 Jam di Mutis Pasca Terpisah dari Rombongan. (Dok Basarnas Kupang)

Kemudian Unit Siaga SAR Kefamenanu tiba dan melakukan pencarian atas laporan keluarga korban. Pencarian ini dengan menerjunkan enam personel rescue yang langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 22.45 WITA.

Setibanya di lokasi, kata dia, Tim SAR Gabungan berkoordinasi dengan sejumlah unsur, mulai dari KSDA Gunung Mutis, Kodim TTS, Babinsa Fatumnasi, Polsek Kapan, BPBD TTS, Camat Fatumnasi hingga masyarakat setempat

"Tim menempuh perjalanan sekitar 117 kilometer menuju kawasan Gunung Mutis dan tiba di lokasi pencarian pada Senin dini hari pukul 02.15 WITA," tandasnya.

3. Korban ditemukan

Petugas SAR membawa seorang remaja yang ditemukan setelah tersesat di kawasan hutan Gunung Mutis, dengan latar pepohonan dan tanah merah.
Remaja Tersesat 15 Jam di Mutis Pasca Terpisah dari Rombongan. (Dok Basarnas Kupang)

Mexianus menyatakan pencarian intensif dilakukan sejak pukul 07.00 WITA pagi, dengan On Scene Coordinator (OSC), menggelar debriefing, lalu membagi area pencarian sesuai rencana operasi. Korban akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di koordinat 09°36'36.47"S - 124°13'30.20"E.

"Selang 45 menit kemudian atau sekitar pukul 07.45 WITA, korban berhasil ditemukan. Dengan demikian korban ditemukan sekitar 15 jam 45 menit setelah dinyatakan hilang dari rombongan," sebut dia.

Ia mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang bergerak cepat sehingga korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More