Polres TTS rilis pelaku dan bukti pencurian kabel penangkal petir. (Dok Polres TTS)
Pengungkapan kasus ini berkat kecurigaan warga setempat terhadap aktivitas kedua tersangka saat beraksi menggunakan atribut lengkap layaknya petugas PLN sungguhan.
Salah satu saksi, SB, mengemukakan kejadian bermula saat anjing di perkampungan itu terus menggonggong sehingga ia keluar rumah memeriksanya. Saat itulah ia melihat kedua tersangka hendak meninggalkan tiang listrik dekat rumahnya.
"Saksi bergegas keluar rumah membawa senter untuk memeriksa situasi sekitar. Saksi melihat tersangka AT dan AP yang menggunakan atribut lengkap layaknya petugas PLN resmi, mulai dari helm hingga sepatu keselamatan. Mereka sedang menghidupkan sepeda motor," tukasnya.
Ia lalu menyadari kabel pada tiang listrik tersebut sudah dipotong begitu kedua tersangka pergi. SB lantas memberitahukan ke warga lainnya untuk mencegat kedua pria tersebut.
"Kemudian warga pun segera menyebar untuk memantau pergerakan para pelaku. Benar saja, di sekitar cabang Oenoni, Desa Mio, para saksi mendapati kedua tersangka kembali memotong kabel penangkal petir di bawah tiang listrik," paparnya.
Warga pun menghentikan keduanya namun para tersangka terus mengelak dan berdalih bahwa mereka sedang melakukan pemeriksaan tekanan arus listrik.