Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ribuan Rumah Tangga di NTB Belum Nikmati Listrik, Ini Penyebabnya!

Kota Mataram
2 min read
Ribuan Rumah Tangga di NTB Belum Nikmati Listrik, Ini Penyebabnya!
Ilustrasi jalan yang gelap gulita karena lampu PJU yang mati. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Sebanyak 2.346 rumah tangga di NTB belum memiliki akses listrik, terutama di dusun terpencil wilayah 3T yang belum terjangkau jaringan.
  • Data P3KE 2024 mencatat 95.972 rumah tangga menjadi calon penerima program peningkatan akses listrik, termasuk pengguna listrik non-PLN dan data daya terpasang yang perlu diverifikasi.
  • Pemprov NTB menargetkan rasio elektrifikasi 99,99 persen melalui program listrik desa, dengan PLTS sebagai alternatif bagi pulau kecil dan wilayah sulit dijangkau PLN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Di tengah kemajuan era digital dan pembangunan infrastruktur, ribuan rumah tangga di Nusa Tenggara Barat (NTB), belum menikmati listrik. ​Berdasarkan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) Tahun 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI, sebanyak 2.346 rumah tangga di NTB sama sekali belum memiliki akses listrik.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB Samsudin mengatakan pemerintah terus berupaya melakukan pemerataan akses listrik bagi masyarakat NTB. Dia menjelaskan ribuan rumah tangga yang belum menikmati akses listrik berada di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

"Daerah 3T yang belum berlistrik. Makanya belum 100 persen (rasio elektrifikasi). Itu yang dipercepat melalui program listrik desa," kata Samsudin dikonfirmasi di Mataram, Kamis (5/11/2026).

  1. 1. 95.972 rumah tangga di NTB sebagai calon penerima program peningkatan akses listrik.

    IMG_20251209_135314_161.jpg
    Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Selain 2.346 rumah tangga yang belum memiliki akses listrik, sebanyak 3.873 rumah tangga masih menggunakan listrik non-PLN di NTB. Kemudian sebanyak 89.753 rumah tangga memerlukan verifikasi terhadap data daya terpasang.

    Sehingga secara keseluruhan terdapat 95.972 rumah tangga di NTB yang menjadi basis data awal untuk dilakukan verifikasi lebih lanjut sebagai calon penerima program peningkatan akses listrik. Dia menjelaskan bahwa ribuan rumah tangga yang belum menikmati listrik bukan skala desa tetapi dusun-dusun terpencil.

    "Kalau yang kita identifikasi kemarin, kita minta ke PLN itu masuk program tahun depan," kata dia.

  2. 2. Targetkan rasio elektrifikasi mencapai 99,99 persen

    Ilustrasi Listrik PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Listrik PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)

    Samsudin mengatakan target rasio elektrifikasi mencapai 100 persen cukup sulit diwujudkan dalam waktu dekat. Kendala geografis dan dinamika pertumbuhan titik hunian baru membuat target rasio dipatok mendekati sempurna.

    ​"Kalau 100 persen agak sulit, mungkin 99,99 persen. Karena sekarang perkembangan di situ masih ada beberapa lokasi," tambahnya.

  3. 3. PLTS jadi solusi alternatif

    Ilustrasi pengembangan PLTS. (Dok istimewa)
    Ilustrasi pengembangan PLTS. (Dok istimewa)

    Untuk mengatasi kendala geografis, terutama bagi dusun-dusun di wilayah terluar dan pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau jaringan listrik PLN, Samsudin mengatakan strategi alternatif yang disiapkan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

    ​Dia memberikan contoh seperti di kawasan wisata Gili Asahan Sekotong Lombok Barat. Hingga saat ini, wilayah tersebut belum sepenuhnya tersentuh jaringan listrik PLN dan masih bergantung pada pasokan energi dari PLTS.

    "Strategi kalau tidak bisa dialiri listrik PLN menggunakan PLTS, itu yang kita upayakan segera," tandasnya.

Related Articles

See More