Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

NTB Kirim 55 Tenaga Kesehatan dan 34 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Kota Mataram
NTB Kirim 55 Tenaga Kesehatan dan 34 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT
Satu truk logistik medis dari NTB yang dikirim ke daerah terdampak gempa NTT, Minggu petang (16/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemprov NTB mengirim tim Solidaritas Kemanusiaan KRBNN ke NTT kurang dari 24 jam setelah gempa, sebagai respons bersama Bali-NTB-NTT dan uji kesiapsiagaan bencana.
  • Bantuan mencakup 34 ton beras, sekitar 1.000 dus air mineral, pangan, sandang, selimut, terpal, matras, obat-obatan, serta kebutuhan dasar yang dikirim kapal khusus dari Bima.
  • Sebanyak 55 tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis dan psikolog, dikerahkan bersama logistik medis untuk layanan darurat, trauma healing, serta penanganan mobile selama sekitar enam hingga tujuh hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Pemprov NTB mengirim 55 tenaga kesehatan untuk menjalankan misi kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilanda gempa bumi pada Sabtu (15/8/2026). Selain itu, Pemprov NTB juga mengirim sebanyak 34 ton beras untuk korban gempa NTT.

Tim Solidaritas Kemanusiaan Kerja Sama Regional Bali-NTB-NTT (KRBNN) dilepas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dari Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Minggu (16/8) petang.

Selain beras, bantuan juga mencakup sekitar 1.000 dus air mineral, paket pangan dan sandang, obat-obatan, lebih dari 2.000 selimut, terpal, matras, gula, minyak, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya yang dikirim menggunakan kapal khusus dari Pelabuhan Sape Bima menuju pelabuhan terdekat yang aman di wilayah NTT.

  1. 1. Respons NTB yang pernah menghadapi bencana gempa bumi 2018

    IMG-20260817-WA0011.jpg
    Pelepasan tim solidaritas kemanusiaan NTB untuk korban gempa NTT, Minggu petang (16/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan keberangkatan tim tersebut merupakan bentuk solidaritas NTB kepada masyarakat NTT. Sekaligus respons dari NTB yang memiliki pengalaman menghadapi bencana gempa besar pada 2018.

    Saat itu, bantuan dan solidaritas dari berbagai daerah di Indonesia hingga masyarakat internasional turut membantu NTB melewati masa tanggap darurat."Kita ingin hadir menunjukkan solidaritas kepada mereka. Untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Kita, tetangga mereka, ingin menjadi yang pertama hadir untuk membantu,” kata Iqbal.

    Sekitar satu jam setelah gempa terjadi di NTT, Iqbal mengatakan. langsung berkomunikasi dengan Gubernur NTT Melki Laka Lena untuk menyampaikan kesiapan NTB memberikan bantuan. Komunikasi kemudian dilanjutkan dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk membangun respons bersama melalui kerja sama regional Bali-NTB-NTT.

    Keberangkatan tim NTB dalam waktu kurang dari 24 jam tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat NTT, tetapi juga menjadi momentum menguji kesiapsiagaan NTB dalam menghadapi kemungkinan bencana.

    “Saya kasih waktu 24 jam karena ini bukan soal memberikan bantuan saja ke NTT, tapi ini menguji kesiapsiagaan kita. Kalau sesuatu terjadi dengan kita, maka kita sudah membuktikan bahwa dalam 24 jam kita sudah siap untuk melakukan aksi kemanusiaan skala besar,” jelas Iqbal.

    Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu menegaskan bahwa misi kemanusiaan tersebut merupakan gerakan bersama berbagai komponen masyarakat NTB. Selain pemerintah daerah, dukungan juga datang dari Bulog, dunia usaha, rumah sakit, tenaga kesehatan, komunitas masyarakat NTT Flobamora di NTB, serta berbagai lembaga lainnya.

  2. 2. Kirim 34 ton beras untuk korban gempa NTT

    IMG-20260817-WA0013.jpg
    Pelepasan tim solidaritas kemanusiaan NTB untuk korban gempa NTT, Minggu petang (16/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Ketua Tim Solidaritas KRBNN Pemprov NTB, Ahsanul Khalik menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan hingga Minggu sore, NTB menjadi daerah pertama yang memberangkatkan langsung tim bantuan menuju NTT setelah gempa terjadi. Bantuan yang diberangkatkan antara lain 34 ton beras, terdiri atas 10 ton dari PT AMNT, 21 ton dari cadangan pangan Pemerintah Provinsi NTB, dan tiga ton dari Bulog.

    Selain itu disiapkan juga tambahan logistik di Bima untuk mempercepat dan mengefisienkan distribusi bantuan ke wilayah terdampak gempa NTT. Dia menjelaskan, Pemprov NTB telah berkoordinasi dengan PT. ASDP Indonesia Ferry untuk menyiapkan kapal khusus yang membawa bantuan dari Bima menuju pelabuhan yang aman dan terdekat dengan wilayah terdampak gempa bumi di NTT.

  3. 3. Kirim dokter spesialis hingga psikolog

    IMG-20260817-WA0014.jpg
    Pelepasan tim solidaritas kemanusiaan NTB untuk korban gempa NTT, Minggu petang (16/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri menyebutkan NTB mengirim 55 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung yang terdiri atas dokter, dokter spesialis, perawat, bidan, apoteker, asisten apoteker, psikolog klinis, tenaga laboratorium, tenaga sanitasi, serta tenaga pendukung lainnya menuju daerah terdampak gempa di NTT.

    Tim tersebut berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Rumah Sakit Universitas Mataram, Rumah Sakit Kota Mataram, dan sejumlah unsur kesehatan lainnya. Selain tenaga kesehatan, satu truk logistik medis diberangkatkan dengan membawa emergency kit, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung pelayanan kesehatan.

    Tim akan menangani kondisi darurat, khususnya korban trauma akibat gempa, sekaligus memberikan dukungan psikologis melalui layanan trauma healing.Fikri menjelaskan bahwa tim kesehatan akan ditempatkan di fasilitas pelayanan kesehatan dan bergerak secara mobile ke wilayah terdampak yang membutuhkan penanganan.

    “Tim ini nanti kita tugaskan ada yang di rumah sakit, kemudian ada yang mobile juga, terutama daerah-daerah yang terdampak,” kata Fikri.

    Menurut Fikri, pengalaman NTB menangani gempa 2018 menjadi salah satu modal dasar dalam menyiapkan respons medis untuk masyarakat terdampak di NTT. Penanganan trauma, terutama patah tulang dan luka, menjadi salah satu fokus pada fase awal bencana.

    Tim kesehatan juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait di NTT untuk menyesuaikan dukungan medis dengan kebutuhan di lapangan. Tim kesehatan NTB diperkirakan bertugas selama enam hingga tujuh hari, dengan masa penugasan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi di lokasi. Sejumlah tenaga dan armada kesehatan dari Pulau Sumbawa juga telah bergerak lebih awal untuk mempercepat respons di daerah terdampak bencana NTT.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More