Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Wisatawan yang Tenggelam di Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa

Kab. Sumbawa
2 min read
4 Wisatawan yang Tenggelam di Sumbawa Ditemukan Tak Bernyawa
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah MKR (19) wisatawan asal Ponorogo yang tenggelam di Pantai Batu Pampang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Minggu (18/10/2026). (dok. SAR Mataram )
  • Empat wisatawan domestik berusia 19 tahun yang terseret arus di Pantai Batu Pampang, Sumbawa, ditemukan meninggal dunia.
  • Korban terakhir, MKR asal Ponorogo, ditemukan mengambang pada 18 Oktober 2026 sekitar 2 nautical mile barat daya lokasi kejadian.
  • Tim SAR gabungan melakukan pencarian selama lima hari; setelah seluruh korban dievakuasi, operasi SAR resmi ditutup.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sumbawa, IDN Times - Empat Wisatawan domestik yang tenggelam di Pantai Batu Pampang, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan tak bernyawa. Korban terakhir yang ditemukan inisial MKR (19) asal Ponorogo Jawa Timur pada pencarian hari kelima, Minggu (18/10/2026).

Koordinator Pos SAR Sumbawa, Kurais mengatakan jasad korban ditemukan pada Minggu (18/10/2026) pukul 07.05 WITA dalam keadaan mengambang di laut. Jasad korban ditemukan sekitar 2 nautical mile arah barat daya dari Lokasi Kejadian Pertama (LKP).

  1. 1. Operasi SAR ditutup

    IMG-20261018-WA0005.jpg
    Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban dan dibawa ke puskesmas. (dok. SAR Mataram)

    Empat wisatawan domestik yang tenggelam dan terseret arus di Pantai Batu Pampang itu berasal dari Tangerang, Palembang, Ponorogo dan Sulawesi. Pada Minggu (18/10/2026), korban terakhir yang ditemukan langsung dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Lunyuk untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

    Kurais menjelaskan dengan ditemukannya korban trakhir, maka operasi SAR ditutup. "Dengan ditemukannya korban terakhir ini, seluruh korban insiden di Pantai Batu Pampang telah berhasil dievakuasi, dan operasi SAR secara resmi kami nyatakan ditutup," kata dia.

  2. 2. Keempat korban ditemukan di hari yang berbeda

    IMG-20261018-WA0003.jpg
    Proses evakuasi jenazah korban. (dok. SAR Mataram)

    Peristiwa naas tersebut bermula pada Rabu (14/10/2026) pagi. Saat itu, keempat wisatawan domestik yang berusia 19 tahun tersebut terseret arus saat beraktivitas di kawasan Pantai Batu Pampang.

    Pada hari pertama kejadian, satu korban asal Sulawesi ditemukan meninggal dunia. Selanjutnya, pada pencarian hari kedua, Kamis (15/10/2026) sore, dua korban lainnya yakni MY (19) asal Tangerang dan MZ (19) asal Palembang ditemukan meninggal dunia terdampar di Pantai Kuang Dingin.

    "Dengan ditemukannya MKR pada Minggu pagi, total empat korban terseret arus di Pantai Batu Pampang seluruhnya telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," jelas Kurais.

  3. 3. Pencarian intensif dilakukan selama lima hari

    IMG-20261018-WA0006.jpg
    Proses evakuasi jenazah korban oleh Tim SAR gabungan. (Dok. SAR Mataram)

    Kurais menjelaskan pencarian intensif terhadap korban dilakukan selama lima hari. Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan Rubber Boat bersama unsur SAR gabungan dan masyarakat setempat. Operasi pencarian terhadap korban melibatkan Tim Rescue Pos SAR Sumbawa, Polsek Alas, Polairud Polres Sumbawa dan masyarakat setempat.

    "Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Polsek Alas, Polairud Polres Sumbawa, Pos AL Labupadi, serta seluruh masyarakat setempat yang telah bekerja keras dan berkoordinasi dengan sangat baik hingga seluruh korban berhasil ditemukan," tandas Kurais.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More