Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ditemukan Tewas di Markas, Polisi Asal Larantuka Diduga Dibunuh Juniornya

Kota Kupang
2 min read
Ditemukan Tewas di Markas, Polisi Asal Larantuka Diduga Dibunuh Juniornya
Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (Valdo) di Markas Polairud Baharkam Polri. (Dok istimewa)
  • Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai ditemukan tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, 16 Oktober 2026; seorang junior telah ditahan dan menjadi tersangka pembunuhan berencana.

  • Kuasa hukum keluarga menyoroti kejanggalan, termasuk bekas tembakan dan luka senjata tajam, serta meminta keterlibatan pelaku lain, motif, dan penggunaan tiga senjata diungkap transparan.

  • Jenazah Valdo dipulangkan ke Larantuka, Flores Timur, dan disambut ribuan warga. Polri menyampaikan belasungkawa serta berkomitmen melanjutkan proses hukum secara transparan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times — Kasus polisi bunuh polisi kembali terjadi. Terbaru korbannya Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (Valdo) yang ditemukan tewas di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (16/10/2026). Sementara ini Unit Jatanras Polda Metro Jaya telah menahan seorang juniornya dan telah ditetapkan sebagai tersangka kematian Bharatu Valdo.

Brigjen Dadan, Dirpoludara Korpolairud Baharkam membenarkan kasus ini dan menyebutnya sebagai pembunuhan berencana. Hal ini ditanggapi pengacara keluarga, Petrus Bala Pattyona, dalam press rilisnya. Ia menyatakan pihaknya turut mengumpulkan informasi, keterangan, dan bukti yang terkait dengan kasus ini agar mendapat titik terang.

  1. 1. Ungkap kejanggalan

    Potret Petrus Bala Pattyona, pengacara keluarga Valdo, dalam dokumentasi istimewa yang dibagikan kepada media.
    Pengacara keluarga Valdo, Petrus Bala Pattyona. (Dok istimewa)

    Petrus mewakili keluarga menanggapi pernyataan Polri tersebut dan ingin pelaku lainnya dapat terungkap. Ia menyebut kasus seperti tidak mungkin dilakukan oleh seorang junior sendiri sehingga harus dibuka secara transparan. Kuasa hukum menyebut adanya bekas tembakan dan luka akibat senjata tajam pada tubuh korban.

    "Kami berharap ini dibuka secara terang siapa saja pelakunya, apa saja motivasinya, karena pembunuhan berencana ini tidak mungkin dilakukan oleh satu orang karena banyak kejanggalan. Ada sekitar tiga senjata yang digunakan pelaku yaitu sangkur dan dua laras panjang," ungkapnya.

    Berangkat dari kejadian itu, tukasnya, ia meminta Kapolri Suyudi memberikan atensi khusus dan penuntasan kasus ini secara transparan.

  2. 2. Singgung kasus Fredy Sambo

    Potret Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai, atau Valdo, saat berada di Markas Polairud Baharkam Polri.
    Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai (Valdo) di Markas Polairud Baharkam Polri. (Dok istimewa)

    Timnya sendiri akan mengawal proses pengungkapan kasus ini dan proses hukumnya. Ia berharap kasus ini ikut diawasi oleh seluruh elemen masyarakat.

    "Jangan sampai ditutup-tutupi!," tandasnya.

    Tim pengacaranya, Wili Watu juga menegaskan perlunya pengungkapan lebih dalam apabila ada keterlibatan pihak lainnya sebagaimana kasus Ferdy Sambo yang temuan awalnya ternyata bagian dari rekayasa kasus pembunuhan.

    "Kami tidak mau ini menjadi seperti kasus Sambo kedua karena korban dan pelaku berada dalam satu institusi. Bagaimana janji dari Polri sendiri untuk diungkapkan seterang-terangnya. Kami menunggu itu dan berharap ada keadilan," tukasnya.

  3. 3. Jenazah dipulangkan ke Larantuka

    Sejumlah personel Polres Flores Timur mengunjungi rumah duka Bharatu Valdo sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa.
    Polres Flores Timur mengunjungi rumah duka Bharatu Valdo. (Dok Polres Flores Timur)

    Jenazah Valdo telah dipulangkan ke Flores Timur dengan pesawat Polri Casa P-4101 dan tiba di Bandara Gewayantana, Larantuka, disambut ribuan warga, Sabtu (17/10/2026), sekitar pukul 13.20 WITA.

    Kapolres Flores Timur AKBP I Gede Putra Yase turut menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa mewakili keluarga besar Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri apabila terdapat kekurangan dalam proses pengantaran jenazah. Kapolres Flores Timur melalui Kasi Humas AKP Eliezer A. Kalelado juga menyampaikan komitmen Polri memastikan proses hukum terkait peristiwa ini.

    "Proses hukum terkait penyebab almarhum meninggal dunia akan tetap berlanjut secara transparan dan menjadi perhatian pimpinan Polri," ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More