Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nelayan Curhat ke Zulhas: Pantai Ekas Buana Lombok Dipenuhi Sampah
Tumpukan sampah di pesisir pantai Ekas Buana Lombok Timur (IDN Times/Ruhaili)
  • Warga Desa Ekas Buana mengeluhkan sampah berserakan yang menumpuk hingga hutan mangrove, mencemari laut dan mengancam ekosistem pesisir.
  • Saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih, Zulhas memerintahkan Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur segera menangani sampah melalui pemilahan organik dan anorganik.
  • Zulhas menegaskan kebersihan pesisir merupakan tanggung jawab bersama pemerintah dan masyarakat, serta menjadi syarat bagi kesejahteraan nelayan berkelanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lombok Timur, IDN Times – Di sela kunjungannya meninjau fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mendapat curahan hati dari seorang perempuan warga setempat. Perempuan itu menyampaikan keluhannya saat Zulhas berdialog dengan masyarakat di kawasan KNMP.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto. Ketiga menteri itu meninjau sejumlah fasilitas sekaligus berdialog dengan warga dan nelayan di Desa Ekas Buana.

1. Keluhkan tumpukan sampah dipantai

Tumpukan sampah di pesisir pantai Ekas Buana Lombok Timur (IDN Times/Ruhaili)

Warga mengeluhkan kondisi pesisir Desa Ekas Buana yang dipenuhi sampah berserakan hingga menumpuk di kawasan hutan mangrove. Tumpukan sampah tersebut tidak hanya mencemari laut, tetapi juga mengancam kelestarian ekosistem mangrove yang selama ini menjadi penyangga kawasan pesisir.

"Tempat kita ini cukup bagus tempatnya pak, tetapi sampahnya ini berserakan, bermuara di hutan mangrove kita di sebelah sana," ujar warga tersebut di hadapan Zulhas, Jumat (31/7/26).

2. Zulhas perintahkan gubernur dan bupati bertindak

Zulhas saat menyapa nelayan Ekas Buana Lombok Timur (IDN Times/Ruhaili)

Mendengar keluhan tersebut, Zulhas langsung merespons dengan tegas. Ia memerintahkan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, dan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, untuk segera menyelesaikan permasalahan sampah yang telah mencemari pantai dan ekosistem mangrove tersebut.

Menurutnya, sistem pengelolaan sampah yang masih tercampur dan dibuang sembarangan menjadi akar masalah utama. Zulhas mendorong agar kebijakan pemilahan sampah segera diterapkan di tingkat masyarakat untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Itu tidak boleh, Pak Gubernur nanti kita di sini bikin deklarasi, kita di sini nanti pemilahan. Harus ada Peraturan Gubernur, tidak boleh sampahnya dicampur kemudian dibuang di sini. Harus ada pemilahan nanti mana sampah yang organik dan anorganik," tegas Zulhas.

3. Harus menjadi tanggung jawab kolektif

Zulhas saat menyapa nelayan Ekas Buana Lombok Timur (IDN Times/Ruhaili)

Lebih lanjut, Zulhas menekankan bahwa persoalan sampah ini bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah daerah, melainkan menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat itu sendiri.

Zulhas menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah prasyarat utama untuk mewujudkan kesejahteraan nelayan yang berkelanjutan.

"Kita semua yang bertanggung jawab, bukan hanya pak Gubernur, pak Bupati, tetapi kita semua. Intinya tidak boleh lagi ada sampah yang berserakan di sini," pungkas Zulhas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article