Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dugaan Kekerasan Verbal Guncang Universitas Mataram, 5 Mahasiswa Diperiksa

Kota Mataram
2 min read
Dugaan Kekerasan Verbal Guncang Universitas Mataram, 5 Mahasiswa Diperiksa
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (IDN Times/Arief Rahmat)
  • Satgas PPKS Universitas Mataram menjadwalkan klarifikasi terhadap lima mahasiswa yang diduga melakukan kekerasan seksual verbal kepada seorang mahasiswi saat orientasi UKM FHISIP.
  • Pemeriksaan korban dan terduga pelaku tertunda karena beberapa pihak belum dapat hadir. Satgas belum menerima laporan resmi maupun kronologi lengkap, sehingga masih mendalami informasi yang beredar.
  • Satgas menyebut belum ada sanksi dari fakultas dan mendorong mahasiswa melaporkan kekerasan verbal maupun psikis, yang ditegaskan tidak ditoleransi di lingkungan kampus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Mataram (Unram) mengagendakan pemeriksaan terhadap lima mahasiswa terduga pelaku kekerasan seksual verbal terhadap mahasiswi. Informasi awal yang diperoleh, seorang mahasiswi diduga mengalami kekerasan seksual verbal pada saat proses orientasi anggota salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) Unram pada Selasa (15/9/2026).

Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi mengatakan pihaknya masih dalam proses klarifikasi. Proses klarifikasi terhadap korban maupun terduga pelaku sebenarnya diagendakan pada hari ini, Rabu (16/9/2026). Namun, beberapa pihak terkait yang akan dimintai keterangan masih belum bisa hadir.

"Untuk para pihak nanti malam sama besok pagi baru ada konfirmasi mau datang klarifikasi. Kemarin berdasarkan informasi ada lima orang terduga pelaku tetapi kami harus klarifikasi lagi," kata Joko dikonfirmasi IDN Times, Rabu (16/9/2026).

  1. 1. Dalami dugaan kekerasan seksual verbal

    Perwakilan Koalisi Stop Kekerasan Seksual NTB Joko Jumadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)
    Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Joko mengungkapkan Satgas PPKS Unram belum mendapatkan laporan secara resmi terkait peristiwa tersebut. Namun, karena sudah beredar luas di media sosial, pihaknya melakukan pendalaman terkait dugaan kasus kekerasan seksual verbal yang menimpa mahasiswi tersebut.

    Dia juga belum mendapatkan kronologi lengkap soal kejadian itu. Nantinya setelah dilakukan klarifikasi baik kepada terduga pelaku maupun korban, akan diketahui kronologi peistiwanya.

    "Kita belum berani menyampaikan karena belum tahu informasi lengkapnya. Hanya informasi dari media menyampaikan bahwa dugaan kekerasan seksual verbal yang terjadi pada saat proses orientasi anggota salah satu UKM di Fakultas Hukum," tutur Joko.

  2. 2. Belum ada saksi dari fakultas

    Gedung Rektorat Universitas Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)
    Gedung Rektorat Universitas Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Joko menambahkan pihaknya akan segera memanggil pihak-pihak terkait baik terduga pelaku maupun korban untuk mengetahui kronologi detail peristiwa dugaan kekerasan seksual verbal tersebut. Informasi awal yang diterima, jumlah korban baru satu korban.

    Terkait informasi yang beredar bahwa terduga telah mendapatkan sanksi dari fakultas, Joko mengatakan belum ada. "Belum dapat sanksi dari fakultas. Saya dapat infonya belum. Kita segera lakukan klarifikasi kepada korban dan terduga pelaku," tambahnya.

  3. 3. Dorong mahasiswa berani melapor

    ilustrasi korban kekerasan verbal (pexels.com/Juan Pablo Serrano Arenas)
    ilustrasi korban kekerasan verbal (pexels.com/Juan Pablo Serrano Arenas)

    Joko mendorong mahasiswa yang mengalami kekerasan di lingkungan kampus baik verbal maupun psikis agar bernai melapor. Dia menegaskan kekerasan verbal dan psikis di lingkungan kampus tidak diperbolehkan dan tak ditolerir.

    "Unram sudah berkomitmen menyatakan bahwa kekerasan seksual verbal, psikis itu juga menjadi salah satu yang tidak diperbolehkan terjadi di lingkungan kampus," tegasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More