Doa Keluarga ABK KM Virgo Asal Lombok: Semoga Ada Mukjizat!

- I Putu Angga Santyana, ABK KM Virgo Transport 8 asal Mataram, belum ditemukan tiga hari setelah kapal rute Surabaya-Banjarmasin tenggelam pada 13 September 2026.
- Keluarga telah melapor ke Polda NTB dan SAR Mataram, sambil berharap Angga selamat karena ia meninggalkan istri serta dua anak berusia tiga tahun dan lima bulan.
- Menurut rekan yang selamat dan dirawat di RS Banjarmasin, Angga sempat berpegangan pada sekoci yang terbalik; perusahaan masih meminta keluarga menunggu kabar.
Mataram, IDN Times - Warga Lingkungan Seksari, Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, I Putu Angga Santyana (28), menjadi korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8. Korban merupakan anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin yang tenggelam pada Minggu (13/9/2026) dini hari.
Ayah korban, Gde Sentane menceritakan kontak terakhir sang anak dengan istrinya, Rinda Maviesta pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Dia mendapatkan kabar bahwa KM Virgo Transport 8 tempat anaknya bekerja tenggelam sekitar pukul 09.00 WITA.
"Pas minggu pagi jam 9, kapal tempat mas Angga kerja tenggelam. Saya ndk percaya, karena anak saya baru saja balik pada hari Jumat itu dari Lombok ke Surabaya habis acara anaknya yang kedua, acara empat bulanan," tutur Gede Sentane di kediamannya di Lingkungan Seksari, Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (15/9/2026).
1. Berharap ada mukjizat

Ayah korban ABK KM Virgo Transport 8, Gde Sentane. (IDN Times/Muhammad Nasir) Tiga hari pasca-insiden tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Gde Sentane, keluarga belum mendapatkan kabar tentang anaknya. Dia sudah melapor ke Polda NTB melalui Bhabinkamtibmas dan Kantor SAR Mataram.
Saat ini, korban memiliki dua orang anak yang berusia tiga tahun dan lima bulan. "Harapan saya anak saya bisa ketemu selamat, bisa ketemu dengan anak istrinya. Anaknya masih kecil dua orang, paling besar umur tiga tahun dan paling kecil mau masuk lima bulan," kata dia.
Korban merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dia bekerja di KM Virgo Transport 8 sejak Januari 2026. Sebelumnya, korban telah bekerja di sejumlah perusahaan kapal dan terakhir di KM Virgo Transport 8.
Dia mengungkapkan bahwa korban adalah sosok yang pendiam dan suka berbagi. Dia berharap korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga. "Semoga ada mukjizat, anak saya dilindungi," harap Gde Sentane.
2. Rekan korban ditemukan selamat

Proses evakuasi penumpang KMP Virgo Transport 8. (Dok. Kemenhub) Gde Sentane menambahkan bahwa pada saat kejadian, korban bersama satu rekannya mengambil pelampung dan menurunkan sekoci untuk menyelamatkan diri. Namun, sekoci tersebut terbalik.
"Anak saya cuma berpegangan saja di sekoci sama temannya yang selamat ini. Saya dapat informasi dari temannya yang selamat ini, temannya yang diajak turun ke sekoci sekarang dirawat di RS Banjarmasin," tuturnya.
3. Baru bertemu korban pekan lalu

Rumah keluarga ABK KM Virgo Transport 8 di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir) Gde Sentane mengatakan sudah menghubungi perusahaan KM Virgo Transport 8 namun masih disuruh menunggu kabar. Dari sejumlah korban yang ditemukan, belum ada informasi nama anaknya yang ditemukan.
"Sampai sekarang sudah tiga hari, ndak ada nama anak saya yang dievakuasi selamat itu. Sedangkan sudah berapa kapal yang bawa korban selamat maupun meninggal, ndak ada nama anak saya itu," kata dia.
Gde Sentane mengungkapkan bahwa dia bertemu anaknya pada pekan lalu. Korban pulang ke Mataram untuk menghadiri acara empat bulanan anaknya yang kedua. Kemudian berangkat ke Surabaya pada Jumat (11/9/2026).
"Terakhir ketemu minggu lalu karena Jumat dia berangkat ke Surabaya. Dua kali dia pulang saat ulang tahun anaknya yang pertama pada 7 Agustus dan kemarin September acara empat bulanan anak yang kedua," ungkapnya.


















