Jenazah Dibawa Massa ke Polres Sumba Barat Ternyata Residivis Pencurian Sapi

- JT (39), terduga pencuri ternak dan residivis, tewas setelah tembakan polisi mengenainya saat pengejaran di Desa Bali Ledo, Sumba Barat, Selasa pagi.
- Polisi mengungkap sindikat pencurian ternak yang diduga beraksi sejak 2022 di Sumba Barat dan Sumba Tengah; tiga terduga pelaku lain telah ditangkap serta kerbau curian disita.
- Penembakan JT memicu massa membawa jenazah dan merusak kantor Polres Sumba Barat; polisi menambah personel, berkoordinasi dengan keluarga, serta mengawal proses visum dan pemulangan jenazah.
Kupang, IDN Times - Seorang terduga pelaku pencurian ternak berinisial JT (39) tewas ditembak petugas Polres Sumba Barat saat hendak ditangkap di Desa Bali Ledo, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (15/9/2026) pagi. Penembakan tersebut kemudian memicu kericuhan hingga massa membawa jenazah JT ke kantor polisi.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengatakan JT ditembak setelah berusaha melawan dan melarikan diri saat akan diperiksa petugas. Polisi menyebut JT merupakan bagian dari sindikat pencurian ternak yang selama ini meresahkan warga Sumba Barat dan Sumba Tengah.
1. Polisi ungkap sindikat pencurian ternak

Ricuh warga di Polres Sumba Barat, NTT, bawa jenazah dan serang kantor polisi. (Facebook.com/Pele Zha) Kasus tersebut diungkap Tim Gabungan Polres Sumba Barat yang menyelidiki sindikat pencurian dengan kekerasan dan pencurian dengan pemberatan. Sindikat tersebut diduga telah beraksi dan meresahkan masyarakat di Sumba Barat dan Sumba Tengah sejak 2022.
Salah satu aksinya terjadi pada 21 Februari 2026 di Kampung Waini Haingu, Kabupaten Sumba Tengah. Dalam kejadian itu, korban D.D.H. alias B.R. dibacok hingga mengalami luka robek di bagian belakang kepala sepanjang 6 sentimeter dan 8 sentimeter yang mengenai tulang, serta luka sabetan parang sepanjang 48 sentimeter di punggung.
Dalam penyelidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk seekor kerbau jantan hasil curian. Kerbau tersebut ditemukan di rumah tersangka ASBL (46) dan kini diamankan di Polsek Loli.
Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut dan mengidentifikasi terduga pelaku lainnya, yakni KY (35), YKM, dan JT. Henry menyebut JT merupakan residivis dalam kasus pencurian.
"Polres Sumba Barat mulanya menangkap ASBL dan KY di Kampung Praidita, Desa Waimanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Sumba Tengah. Penyergapan dimulai pukul 02.00 Wita. Setelah interogasi, petugas kembali bergerak dan menangkap YKM di Kampung Waikarar, Desa Katikuloku, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat, pukul 06.00 Wita," jelas Henry.
2. Sempat menyerang petugas dengan parang

Ricuh warga di Polres Sumba Barat, NTT, bawa jenazah dan serang kantor polisi. (Facebook.com/Pele Zha) Dari pemeriksaan terhadap para pelaku yang telah ditangkap, polisi memperoleh informasi mengenai keberadaan JT. Petugas kemudian melanjutkan pencarian hingga mendatangi rumah JT.
Namun, JT disebut menolak diperiksa dan mengambil parang sebelum melarikan diri. Polisi kemudian mengejarnya dan melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke udara.
"Personel masuk ke rumah pelaku sekitar pukul 09.40 Wita tapi pelaku mengambil parang dan berusaha melawan lalu kabur. Saat dikejar, petugas menembak peringatan tiga kali ke udara, tapi pelaku tetap lari," kata Henry.
Petugas kemudian melepaskan satu tembakan yang diarahkan ke kaki untuk melumpuhkan JT. Namun, pada saat bersamaan, JT terjatuh ketika berlari dan peluru justru mengenai bagian bahu kanannya.
"Tembakan mengenai bahu kanan dan berakibat fatal. JT dibawa ke RSK Lende Moripa pukul 10.00 WITA, namun dinyatakan meninggal dunia pukul 10.20 WITA," ungkapnya.
3. Polisi siagakan personel setelah kericuhan

Ricuh warga di Polres Sumba Barat, NTT, bawa jenazah dan serang kantor polisi. (Facebook.com/Pele Zha) JT tercatat pernah terlibat dalam kasus pencurian dengan pemberatan pada 10 Mei 2022. Sementara ASBL dan YKM juga disebut terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan pada 5 September 2026 di Desa Tana Rara, Kecamatan Loli.
Hingga Selasa malam, Polres Sumba Barat masih menyiagakan personel tambahan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Polisi juga berkoordinasi dengan keluarga JT dan pemerintah setempat untuk mencegah eskalasi.
Polres Sumba Barat menyatakan akan mendampingi proses visum luar, menyediakan peti jenazah, serta mengawal pengantaran jenazah ke rumah duka. Langkah tersebut dilakukan setelah kericuhan dan penyerangan massa yang memprotes penembakan JT menyebabkan kerusakan pada kantor Polres Sumba Barat.
"Kami meminta bantuan kepada seluruh lapisan masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, dan bersama-sama menciptakan suasana yang menyejukkan. Percayakan seluruh proses penanganan hukum ini secara transparan kepada pihak Kepolisian," ucap Henry.

![[CEK FAKTA] Benarkah Dapur MBG di Lombok Dibakar Massa?](https://image.idntimes.com/post/20260915/img-20260915-wa0066-1_adfccf25-0856-4e90-ba1a-14c19916948c.jpg)















