[CEK FAKTA] Benarkah Dapur MBG di Lombok Dibakar Massa?
![[CEK FAKTA] Benarkah Dapur MBG di Lombok Dibakar Massa?](https://image.idntimes.com/post/20260915/img-20260915-wa0066-1_adfccf25-0856-4e90-ba1a-14c19916948c.jpg)
Mataram, IDN Times - Pascakejadian keracunan ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di wilayah Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), beredar video pembakaran dapur makan bergizi gratis (MBG) oleh massa.
Dalam video yang beredar di media sosial Facebook dan Instagram ditulis narasi "dapur SPPG di NTB yang menyebabkan anak SD keracunan dibakar warga yang sudah geram karena tidak tanggung jawab". Menanggapi video yang beredar luas di media sosial, Ketua Satgas MBG Provinsi NTB, Fathul Gani mengatakan bahwa video yang beredar tidak benar terjadi di NTB.
"Terkait tayangan tersebut adalah fakta yang tidak benar. Dalam situasi saat ini mari kita sama-sama jaga kondusivitas. Informasinya ini merupakan demo PT. Timah di Bangka Belitung, kebetulan warna bangunannya sama," kata Fathul di Mataram, Selasa (15/9/2026).
1. Video kejadian di luar NTB

Koordinator BGN Regional NTB Eko Prasetyo. (IDN Times/Muhammad Nasir) Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional NTB, Eko Prasetyo mengatakan video tersebut tidak benar terjadi di NTB. Dia mengatakan bahwa video demo tersebut terjadi di Bangka Belitung, bukan di Lombok.
"Itu demo PT Timah di Bangka Belitung. Kebetulan warna bangunannya sama," kata Eko.
2. Masyarakat diharapkan tak mudah terprovokasi

SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu. (IDN Times/Muhammad Nasir) Eko berharap setiap informasi terlebih dahulu disaring sebelum sharing. Masyarakat diharapkan mencari tahu terlebih dahulu kebenaran video, data dan informasi yang beredar di media sosial. Terkait kasus keracunan ratusan siswa di Lombok Tengah, Eko mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium.
"Kami juga berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi, kejadian kemarin sedang ditangani oleh pihak terkait dan dapat bersabar menunggu hasil investigasi serta hasil lab dari sampel yang diuji. Narasi yang sama juga pada saat kejadian di Brastagi Karo," terangnya.
3. Ratusan siswa keracunan MBG di Lombok Tengah

Para siswa yang diduga keracunan MBG saat dirawat di Puskesmas Pringgarata, Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)) Sebelumnya, ratusan siswa SD dan MTs di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) usai menkonsumsi menu kebab ayam, Jumat (11/9/2026). BGN Regional NTB memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan MBG ditutup sementara.
Eko menjelaskan saat ini, pihaknya sedang melengkapi data-data dan fakta di lapangan. Selain itu, pihaknya saat ini fokus dengan pemantauan dan pemulihan korban. Eko mengungkapkan bahwa SPPG Lombok Tengah Mekar Bersatu yang menyalurkan MBG kepada para siswa sudah dilaporkan ke BGN RI. Dia mengatakan SPPG tersebut akan dikenakan sanksi.
"Laporan sudah naik ke pusat, dan SPPG akan diberhentikan sementara," tegas Eko.
Dia menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa ratusan siswa SD dan MTs di Kecamatan Batukliang Lombok Tengah. Selain itu, permohonan maaf juga disampaikan kepada para wali murid dan pihak sekolah.
Eko juga menyampaikan update data jumlah siswa yang menjadi korban keracunan MBG di Lombok Tengah. Berdasarkan data by name by address hingga Jumat (11/9/2026) pukul 18.00 WITA, jumlah korban sebanyak 333 orang. Sebelumnya, berdasarkan data Tim Surveilans Dinas Kesehatan Lombok Tengah, jumlah korban sebanyak 352 orang.
Jumlah korban yang berobat ke Puskesmas Mantang sebanyak 51 orang. Kemudian Puskesmas Aik Darek sebanyak 86 orang, Puskesmas Pringgarata sebanyak 180 orang dan Puskesmas Bagu sebanyak 16 orang.
Menu MBG yang dikonsumsi siswa berupa kebab ayam, terdiri dari kulit kebab, daging ayam fillet, stik tempe, timun, selada, dan buah salak. Para siswa yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami sejumlah gejala meliputi pusing, mual, muntah, dan sakit perut.

















