Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hingga September, Pusat Cairkan Anggaran MBG Rp3,83 Triliun di NTB

Kota Mataram
3 min read
Hingga September, Pusat Cairkan Anggaran MBG Rp3,83 Triliun di NTB
Ilustrasi mobil yang digunakan mendistribusikan MBG. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • Pemerintah pusat mencairkan Rp3,83 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis di NTB hingga 11 September 2026, mengoperasikan 856 dapur dan menyerap 40.490 tenaga kerja.
  • Program MBG telah menjangkau 1,86 juta penerima manfaat atau 127 persen dari target awal 1,48 juta orang, mencakup pelajar, balita, ibu hamil, ibu menyusui, guru, dan kader Posyandu.
  • Hingga Agustus 2026, belanja negara di NTB terserap Rp17,035 triliun; ekonomi tumbuh 7,41 persen pada triwulan II, sementara realisasi KUR mencapai Rp4,82 triliun untuk 108.995 debitur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB mencatat hingga 11 September 2026, pemerintah pusat telah mencairkan anggaran makan bergizi gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat sebesar Rp3,83 triliun.

Kepala Kanwil DJPb NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif yang beroperasi di NTB sebanyak 856 dapur MBG. Dari jumlah itu, terserap sebanyak 40.490 tenaga kerja.

"Realisasi anggaran program ini telah mencapai Rp3,83 triliun," kata Ratih di Mataram, Rabu (16/9/2026).

  1. 1. Program MBG di NTB menjangkau 1,86 juta penerima

    IMG-20260916-WA0024.jpg
    Kepala Kanwil DJPB NTB Ratih Hapsari Kusumawardani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Ratih mengatakan program MBG di NTB telah menjangkau sebanyak 1,86 juta penerima manfaat. Jumlah penerima manfaat program MBG di NTB, kata dia, telah melampaui target awal sebanyak 1,48 juta orang.

    ​"Realisasi program Makan Bergizi Gratis telah mencakup 1,86 juta penerima atau mencapai mencapai 127 persen dari target awal sebanyak 1,48 juta penerima," sebutnya.

    Data Satgas MBG Provinsi NTB per 1 Februari 2026, pada sektor pendidikan dasar, siswa SD kelas 1 hingga 3 menjadi kelompok terbesar penerima MBG dengan jumlah 278.009 jiwa, disusul oleh siswa SD kelas 4 hingga 6 sebanyak 266.110 jiwa.

    Pada jenjang pendidikan menengah, program ini menjangkau 182.853 siswa SMP, 117.937 siswa MTs, serta total lebih dari 260.000 siswa di tingkat SMA, SMK, dan MA.

    Selain itu, program MBG juga menyasar 205.836 Balita, 88.814 anak PAUD, dan 117.827 anak TK. Kemudian Ibu Hamil 32.902 jiwa dan Ibu Menyusui 76.596 jiwa, 117.346 guru, 16.554 tenaga kependidikan, serta 8.194 kader Posyandu.

  2. 2. Belanja negara di NTB telah terserap Rp17 triliun

    ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi APBN (IDN Times/Aditya Pratama)

    Terkait kinerja fiskal regional NTB, Ratih mengungkapkan trennya positif dan terus diakselerasi untuk mendorong pembangunan daerah. Dia menyebutkan pendapatan negara dan hibah hingga 31 Agustus 2026 telah terealisasi sebesar Rp4,118 triliun atau 79,86 persen dari target, yang ditopang oleh optimalisasi penerimaan perpajakan dan PNBP. Sementara itu, dari sisi belanja, pagu belanja negara sebesar Rp24,89 triliun telah terserap sebesar Rp17,035 triliun atau 68,44 persen.

    Untuk realisasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) tercatat sebesar Rp5,768 triliun yang difokuskan pada peningkatan kualitas layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur ekonomi. Serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp11,26 triliun untuk memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah.

    Dia menegaskan komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan instrumen fiskal demi kesejahteraan masyarakat, khususnya di tengah berbagai dinamika global. "Peningkatan belanja pemerintah menunjukkan pemerintah hadir untuk masyarakat di tengah ketidakpastian kondisi global," kata dia.

  3. 3. Perekonomian NTB disebut solid dan stabil

    Ilustrasi APBN (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi APBN (IDN Times/Arief Rahmat)

    Ratih menegaskan bahwa perekonomian di NTB masih menunjukkan kondisi yang solid dan stabil, ditopang oleh kinerja fiskal yang positif. Stabilitas ini tecermin dari pertumbuhan ekonomi regional yang mencatatkan angka signifikan sebesar 7,41 persen pada Triwulan II 2026 sebagai indikator berlanjutnya ekspansi ekonomi riil.

    Sementara tingkat inflasi pada Agustus 2026 berada diangka 4,03 persen didorong kenaikan permintaan musiman pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Dia menekankan bahwa melalui sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus diperkuat, stabilitas sistem keuangan di daerah dapat terjaga sekaligus menjadi fondasi kuat dalam mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat regional maupun nasional.

    Dalam rangka meningkatkan produktivitas UMKM di NTB, sebut Ratih, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus dioptimalisasi dengan realisasi mencapai Rp4,82 triliun atau 87,13 persen dari plafon. KUR sebesar Rp,82 triliun itu telah disalurkan kepada 108.995 debitur di mana sektor perdagangan dan pertanian mendominasi penyerapannya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More