Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Minta Restu Alam, Ritual "Betabeq" Dilakukan Jelang MotoGP Mandalika 2026

Kab. Lombok Tengah
3 min read
Minta Restu Alam, Ritual "Betabeq" Dilakukan Jelang MotoGP Mandalika 2026
Ritual Betabeq jelang MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Rabu malam (16/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • ITDC menggelar ritual Betabeq pada 16 September 2026 sebagai tradisi Sasak untuk memohon restu alam demi kelancaran MotoGP Mandalika, yang berlangsung 9–11 Oktober 2026.
  • Gubernur NTB menekankan Betabeq perlu hadir di setiap event besar Mandalika, sekaligus mendorong keterlibatan warga melalui sekitar 2.500 relawan dan ruang bagi UMKM lokal.
  • Pemerintah daerah dan ITDC menilai Betabeq melestarikan budaya serta memperkenalkan identitas, keramahan, dan kebersamaan NTB kepada pengunjung internasional, bersama kesiapan operasional MotoGP.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lombok Tengah, IDN Times - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menggelar ritual betabeq menjelang gelaran MotoGP Mandalika pada Rabu malam (16/9/2026). Betabeq merupakan tradisi masyarakat Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk meminta restu alam untuk kelancaran perhelatan MotoGP Mandalika yang diakan dilaksanakan pada 9 - 11 Oktober 2026.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kehadiran event internasional seperti MotoGP Mandalika di NTB, kata Iqbal menjadi kesempatan untuk menunjukkan karakter masyarakat dan kekayaan budaya daerah kepada dunia.

“Betabeq merupakan tradisi masyarakat Sasak yang memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan kepada bumi dan air, sekaligus permohonan izin serta restu kepada alam dan lingkungan tempat kegiatan dilaksanakan," kata Iqbal.

  1. 1. Hidupkan tradisi betabeq pada setiap event besar di Mandalika

    IMG-20260917-WA0012(1).jpg
    Ritual Betabeq jelang MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Rabu malam (16/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Iqbal meminta tradisi betabeq perlu terus dihidupkan dalam setiap event besar yang digelar di kawasan Mandalika. Selain menjaga nilai budaya, Betabeq juga mengandung pesan mengenai peran masyarakat sebagai tuan rumah untuk bersama-sama menjaga setiap kegiatan agar berlangsung aman, tertib, dan lancar.

    Iqbal mengatakan betabeq mengandung nilai penghormatan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para leluhur. Tradisi itu sekaligus menjadi bentuk penerimaan terhadap tamu serta permohonan agar hajat yang dilaksanakan diberikan kelancaran dan keselamatan.

    Menurutnya, tradisi betabeq penting dihadirkan dalam penyelenggaraan event besar di Mandalika. Ketika kawasan Mandalika menjadi panggung internasional, sehingga masyarakat lokal harus menjadi bagian dari perkembangan yang berlangsung, bukan sekadar menjadi penonton.

    “Mandalika bukan lagi semata-mata milik pemerintah pusat ataupun milik pihak tertentu. Sesungguhnya Mandalika adalah milik kita bersama,” tegasnya.

    Rasa memiliki itu, perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata masyarakat. Dia mencontohkan sekitar 2.500 volunteer dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika akan diisi masyarakat NTB, khususnya warga sekitar kawasan. Ruang partisipasi juga terus diberikan kepada UMKM lokal dalam berbagai event.

    “Ini adalah bentuk nyata dari upaya mengedepankan peran masyarakat lokal. Mandalika harus semakin inklusif. Harapan kita, masyarakat benar-benar merasa bahwa kawasan ini adalah milik mereka,” kata dia.

  2. 2. Pelestarian budaya di kawasan Mandalika

    IMG-20260917-WA0011.jpg
    Ritual Betabeq jelang MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Rabu malam (16/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Sementara, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan pelaksanaan tradisi betabeq merupakan bagian dari pelestarian budaya di kawasan Mandalika. Menurutnya, kekuatan destinasi pariwisata tidak hanya terletak pada alam dan fasilitas, tetapi juga pada budaya dan karakter masyarakatnya.

    Pathul menyatakan berbagai event di Mandalika juga membuka ruang ekonomi bagi UMKM, perdagangan, jasa, transportasi, dan sektor pariwisata. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga suasana yang aman, tertib, ramah, dan kondusif selama event berlangsung.

    “Mari kita bersama-sama menjaga, melestarikan dan mengembangkan tradisi ini untuk kepentingan masyarakat serta generasi yang akan datang,” ajaknya.

  3. 3. Tunjukkan identitas lokal ke dunia

    IMG-20260917-WA0009.jpg
    Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan kesiapan penyelenggaraan event MotoGP Mandalika tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sirkuit maupun aspek operasional, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kolaborasi masyarakat.

    “Inilah yang menjadi bagian penting dari country branding Indonesia. Karena itu, keberhasilan event ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Kita ingin setiap tamu dan penonton yang datang merasakan nilai-nilai Sapta Pesona, dan memberikan kenangan,” ujar Troy.

    Menurutnya, Betabeq juga mencerminkan karakter penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang mempertemukan event berstandar internasional dengan nilai dan identitas lokal masyarakat NTB. Rangkaian Betabeq turut menghadirkan unsur budaya dan kebersamaan melalui tembang Duking Kune, doa bersama, prosesi Motong Seong, potong tumpeng, serta ramah tamah antara penyelenggara dan para pemangku kepentingan.

    “Ketika dunia datang ke NTB, kita memiliki kesempatan untuk menunjukkan bukan hanya kualitas penyelenggaraan event, tetapi juga keramahan, kebersamaan, dan kekayaan budaya daerah. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman, nyaman, dan kondusif agar MotoGP Mandalika 2026 memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pihak yang hadir di Mandalika,” kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More