Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Menunggu Haji hingga 2065, NTB Hadapi Antrean 40 Tahun!

Jemaah calon haji lansia saat pelepasan menuju Arab Saudi di Asrama Haji NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Jemaah calon haji lansia saat pelepasan menuju Arab Saudi di Asrama Haji NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Minat masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) menunaikan ibadah haji cukup tinggi. Kanwil Kemenag NTB mencatat antrean jemaah haji untuk diberangkatkan ke Arab Saudi sampai 40 tahun. Setiap tahun, NTB mendapatkan kuota sebanyak 4.499 jemaah haji yang diberangkatkan ke Arab Saudi.

"Lama masa tunggu sekarang, estimasi untuk NTB sekitar 40 tahun. Jadi, jika mendaftar hari ini, insyaallah akan berangkat pada tahun 2065," kata Ketua Tim Bina Haji Reguler dan Advokasi Bidang PHU Kanwil Kemenag NTB Syukri Safwan dikonfirmasi IDN Times, Sabtu (31/5/2025).

1. Sisir jemaah porsi batu

Ketua Tim Bina Haji Reguler dan Advokasi Bidang PHU Kanwil Kemenag NTB Syukri Safwan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ketua Tim Bina Haji Reguler dan Advokasi Bidang PHU Kanwil Kemenag NTB Syukri Safwan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Syukri menjelaskan beberapa upaya yang dilakukan Kanwil Kemenag NTB untuk memperpendek lama antrean haji. Diantaranya, melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk meminta tambahan kuota haji setiap tahun.

Kemudian, melakukan penyisiran terhadap jemaah porsi batu. Jemaah porsi batu adalah calon jemaah haji yang berkali-kali keluar nomor porsinya namun tak diambil oleh calon jemaah yang bersangkutan.

"Artinya keluar rilis tapi yang bersangkutan tidak mengambil porsinya. Itu dilakukan penyisiran karena berpengaruh terhadap masa tunggu calon jemaah haji yang lainnya," jelasnya.

2. Jemaah porsi batu diminta mundur

Ilustrasi jemaah calon haji NTB 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi jemaah calon haji NTB 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia mengungkapkan dalam setiap keluar rilis calon jemaah haji yang keluar nomor porsinya, ada sekitar 20 orang yang tidak mengambil. Karena sangat berpengaruh pada calon jemaah haji lainnya, maka Kanwil Kemenag NTB melakukan penyisiran untuk mengetahui faktor penyebabnya.

"Itu namanya porsi batu. Itu berpengaruh terhadap yang lain. Apa sih penyebabnya, diidentifikasi. Kalau memang tidak mau berangkat, iya sudah mundur saja. Harus di-tracking penyebabnya karena kasihan yang lain," imbuhnya.

3. Masyarakat NTB diimbau daftar haji sejak usia SD atau SMP

Ilustrasi jemaah calon haji NTB 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi jemaah calon haji NTB 2025. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Bagi calon jemaah haji yang ingin berangkat haji pada usia yang tidak terlampau tua atau usia 50 sampai 60 tahun, diimbau untuk mendaftar sejak SD atau SMP. Karena semakin terlambat mendaftar haji, maka semakin mundur nomor porsinya.

"Sederhananya jika memang ingin berangkat pada usia 50-60 tahun, daftarnya pada usia SD atau SMP. Itu upaya yang dilakukan untuk mendorong percepatan antrean haji di NTB," jelas Syukri.

Untuk percepatan pemberangkatan calon jemaah haji lanjut usia (lansia), kata Syukri, memang ada kebijakan dari Kemenag RI. Pada tahun ini, dari 4.499 kuota jemaah haji yang diperoleh NTB, sebanyak 225 orang merupakan jemaah prioritas lansia.

"Kuota jemaah lansia untuk NTB setiap tahunnya ada 225 orang dan dibagi secara proporsional ke semua kabupaten/kota se-NTB berdasarkan nama-nama lansia yang di keluar dari pemerintah pusat," terangnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
Muhammad Nasir
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us