Ilustrasi pencari kerja (dok.um surabaya)
Aryadi menyebutkan berdasarkan data BPS Agustus 2024, jumlah angkatan kerja di NTB sebanyak 3,19 juta orang. Jumlah angkatan kerja naik sebanyak 216,34 ribu dibandingkan Agustus 2023, dengan peningkatan lapangan kerja tertinggi terjadi di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
Proporsi angkatan kerja di NTB yang didominasi oleh sektor informal mencapai 70 persen sementara sektor formal hanya menyerap 30 persen. Kondisi ini, menurut Aryadi, merupakan tantangan besar dan memerlukan perhatian khusus. Karena sektor informal cenderung lemah dalam perlindungan dan rentan terhadap guncangan ekonomi.
“Orang yang tidak memiliki skill akan sulit mendapatkan pekerjaan, apalagi di sektor formal. Maka, tugas kita adalah memastikan keterampilan tenaga kerja terus ditingkatkan agar mereka memiliki daya saing,” jelasnya.
Berdasarkan data BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2024 sebesar 2,73 persen. TPT NTB turun 0,07 persen dibandingkan dengan kondisi pada Agustus 2023. Kepala BPS NTB Wahyudin mengatakan komposisi angkatan kerja pada Agustus 2024 terdiri dari 3,11 juta orang yang bekerja dan 87,01 ribu orang pengangguran.
Jika dibandingkan Agustus 2023, terjadi peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 216,34 ribu orang. Penduduk bekerja mengalami peningkatan sebanyak 212,57 ribu orang dan pengangguran meningkat sebanyak 3,77 ribu orang.
Penduduk usia kerja di NTB mengalami tren yang cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di NTB. Penduduk usia kerja di NTB pada Agustus 2024 sebanyak 4,13 juta orang, naik sebanyak 74,18 ribu orang dibanding Agustus 2023. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu sebanyak 3,19 juta orang atau 77,23 persen, sisanya termasuk bukan angkatan kerja.
Begitu juga Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan dibanding Agustus 2023. TPAK pada Agustus 2024 sebesar 77,23 persen, naik 3,92 persen poin dibanding Agustus 2023. Berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki sebesar 86,47 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 68,04 persen.
Pada Agustus 2024, TPT dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan yang paling tinggi dibandingkan tamatan jenjang pendidikan lainnya yaitu sebesar 4,73 persen. Sementara TPT yang paling rendah adalah tamatan pendidikan Diploma I/II/III yaitu sebesar 1,03 persen.
Dibandingkan Agustus 2023, hampir semua kategori pendidikan mengalami penurunan TPT kecuali untuk tamatan SD ke bawah dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang naik masing-masing sebesar 0,78 persen dan 0,06 persen. Sementara, jika dibandingkan dengan Agustus 2022 yang mengalami peningkatan TPT hanya tamatan SD ke bawah yaitu sebesar 0,44 persen.
Adapun TPT di NTB pada Agustus 2024 berdasarkan tingkat pendidikan, yaitu tamatan SMK sebesar 4,73 persen, tamatan SMA 4,26 persen, tamatan universitas 3,54 persen, tamatan SMP 2,01 persen, tamatan SD ke bawah 1,67 persen dan tamatan Diploma I/II/III sebesar 1,03 persen.