Lepas JCH Kloter 1, Gubernur Titip Doa NTB Dijauhkan dari Bencana

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melepas keberangkatan 393 jemaah calon haji (JCH) kloter 1 Embarkasi Lombok asal Kabupaten Lombok Timur, Selasa malam (21/4/2026). Iqbal menitipkan pesan khusus kepada seluruh jemaah haji agar mendoakan NTB dijauhkan dari bencana.
Pada tahun ini, sebanyak 5.798 JCH NTB akan diberangkatkan menunaikan ibadah haji ke Arab Saudi. Ribuan jemaah haji tersebut terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter). "Insyaallah dengan doa pelungguh sami (jemaah haji), kita bisa membawa NTB lebih baik, lebih makmur, lebih sejahtera, dan dijauhkan selalu dari bencana," kata Iqbal.
1. Jemaah haji jadi duta NTB

Selain itu, Iqbal meminta para jemaah haji mendoakan para pemimpin mulai dari Presiden sampai Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, dan Kepala Dusun. Dia mengatakan NTB membutuhkan doa dari seluruh jemaah yang menunaikan ibadah haji tahun ini.
"Di tengah situasi yang seperti ini, yang dibutuhkan adalah doa. Karena itu tiang (saya) titip untuk doakan NTB ke depan," harapnya.
Iqbal juga mengajak para jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini agar bersyukur. Karena banyak orang yang punya uang tetapi belum mendapatkan panggilan untuk menunaikan ibadah haji. Ada yang sudah mendaftar tetapi belum mendapatkan kuota untuk segera berangkat. Dia menyebut jemaah yang berangkat tahun ini merupakan orang-orang pilihan sehingga patut bersyukur.
Eks Duta Besar Indonesia untuk Turki itu mengatakan ribuan jemaah yang berangkat tahun ini merupakan duta NTB dan Indonesia. Untuk itu, dia berpesan agar jemaah haji NTB mengikuti aturan dan petugas haji. "Apa yang diarahkan oleh pimpinan rombongan diikuti dengan baik. Insyaallah untuk kebaikan bersama," kata dia.
2. Jemaah Risti mencapai 67,9 persen

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB dr. Lalu Hamzi Fikri menyebutkan total jemaah haji kloter 1 Embarkasi Lombok sebanyak 393 orang, termasuk petugas haji. Terdiri dari 217 orang perempuan dan 176 orang laki-laki.
Mayoritas jamaah berusia di bawah 60 tahun sebanyak 232 orang (59,03%). Sisanya, sebanyak 161 orang (40,97%), merupakan jamaah lansia di atas 60 tahun. Jemaah haji kloter 1 yang masuk kategori risiko tinggi (Risti) sebanyak 267 orang atau 67,94%. Dengan rincian, 61 orang Risti Berat, 81 orang Risti Sedang, dan 125 orang Risti Ringan. Sisanya, 126 orang, dinyatakan tidak berisiko tinggi.
Fikri menjelaskan hampir seluruh jamaah dinyatakan laik terbang, yakni sebanyak 392 orang (99,75%). Hanya 1 orang jemaah yang dinyatakan tidak laik terbang. Hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas jemaah, yaitu 251 orang (63,87%), menyandang status istithaah dengan pendampingan. Sementara 140 orang (35,62%) masuk kategori istithaah murni.
3. Sebanyak 116 jemaah haji mengalami hipertensi

Fikri menambahkan, terdapat 2 orang jemaah calon haji kloter I yang dirujuk ke RSUD NTB karena patah tulang dan hemoglobin (HB) rendah. Hal ini menyebabkan 1 orang batal berangkat dan 1 orang tunda berangkat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, hipertensi menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan dengan jumlah 116 jemaah. Di posisi kedua, terdapat 97 jemaah yang dinyatakan sehat.
Penyakit lainnya yang cukup signifikan yaitu diabetes 39 orang, kardiomegali 37 orang, hiperdestrolemia mumi 31 orang, hiperlipidemia tidak spesifik 24 orang, penyakit jantung 20 orang, dan gagal ginjal 15 orang.


















