Kuota Bedah Rumah NTT 2026 Melonjak dari 436 Menjadi 15.376 Unit

Kuota program Bedah Rumah atau BSPS di NTT pada 2026 naik dari 436 unit pada 2025 menjadi 15.376 unit untuk meningkatkan rumah layak huni.
Pemerintah Pusat menyiapkan sekitar Rp80 miliar untuk membangun 244 Hunian Tetap bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur.
Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota dan Kementerian PKP, termasuk menuntaskan kesiapan lokasi serta kebutuhan teknis pembangunan huntap.
Kupang, IDN Times - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah di Nusa Tenggara Timur (NTT) di 2026 meningkat hingga 15.376 unit rumah dari sebelumnya 436 unit rumah di tahun 2025. Bantuan ini dialokasikan untuk mendukung peningkatan kualitas menjadi rumah layak huni.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Muruar Sirait, menyampaikan ini pada pertemuan daring pada 17 September lalu. Ia meminta pemerintah daerah serius mengawal pelaksanaan program ini agar kuota yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
1. Bermanfaat bagi korban gempa

Gubernur NTT, Melki Laka Lena. (IDN Times/Putra Bali Mula) Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka, dalam keterangannya menyebut pihaknya berkomitmen mengawasi agar program tersebut lancar dan sesuai kebutuhan perumahan masyarakat NTT. Bagi NTT, kata Melki, peningkatan alokasi BSPS ini menjadi sangat penting bagi NTT terlebih di tengah kondisi Pulau Flores pasca gempa Flores.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta jajaran Kementerian PKP untuk memastikan program tersebut,” kata Melki Laka Lena, Senin (21/9/202)
2. Pembangunan huntap bagi korban Lewotobi jadi sorotan

Proses evakuasi ibu menyusui dan bayinya di Sikka pasca erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. (Dok Polres Sikka) Ia mengungkap Pemerintah Pusat juga menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp80 miliar untuk percepatan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.
"Ini untuk pembangunan 244 unit Huntap bagi para penyintas erupsi Lewotobi Laki-laki. Secepatnya harus dibangun, anggarannya sudah ada,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi NTT memastikan akan menuntaskan aspek teknis soal kesiapan lokasi dan kebutuhan pendukung pembangunan Huntap. Penyelesaian ini diminta oleh Menteri PKP agar pembangunan huntap segera diselesaikan.
3. Akan berkoordinasi lintas sektor

Gubernur NTT dalam pertemuan daring dengan Menteri PKP Maruarar Sirait. (Dok Biro Apim NTT) Melki memastikan koordinasi lintas sektor dan lintas pemerintahan terus berjalan sehingga program perumahan ini dapat segera diwujudkan dan tidak berhenti pada alokasi.
"Karena kasihan, sampai saat ini masyarakat di Flores Timur yang terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki masih di Huntara. Maka itu kami akan segera merapikan aspek teknis di daerah yang menjadi tugas dan tanggung jawab kami,” tegas Melki.
Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Pusat terhadap pembangunan Huntap dan peningkatan alokasi BSPS menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemulihan masyarakat NTT.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















