Gili Kalong KSB. (IDN Times/Muhammad Nasir/bt)
Untuk mendukung investasi tambang dan smelter serta sektor pariwisata, Fud mengatakan saat ini sedang dimulai rencana pembangunan Bandara Kiantar. Sehingga orang yang berbisnis dan wisatawan semakin mudah aksesibilitasnya ke KSB.
"Bandara ini sedang dibangun di Kiantar. Insyaallah 2025, tuntas dibangun. Runway-nya di atas 3.000 meter dengan investasi di atas Rp400 miliar. Pembangunannya itu kerja sama dengan AMNT (Amman Mineral Nusa Tenggara)," terangnya.
Dikatakan, KSB mau tidak mau harus mengembangkan sektor pariwisata. Karena pengembangan sektor pariwisata tidak akan pernah habis. Beda dengan tambang, sumber daya pasti akan habis dan tidak bisa diperbaharui lagi. Untuk itu, masyarakat dan infrastruktur sedang dipersiapkan.
NTB tidak hanya memiliki Gili Trawangan dan Mandalika yang terkenal dengan keindahan laut dan pantainya. Tetapi, NTB juga punya Gili Kalong di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang sangat indah bak serpihan surga.
Gili atau pulau kecil ini dilirik investor asal Swedia, PT. Gili Kalong Lestari. PT. GKL akan menggelontorkan investasi sebesar 100 juta dolar Amerika atau sekitar Rp1,49 triliun untuk membangun resort dengan konsep ramah lingkungan di Gili Kalong KSB.
Komisaris PT. Gili Kalong Lestari, Nicolas Adler, Minggu (9/4/2023) mengatakan bahwa perusahaannya sudah siap untuk berinvestasi di Gili Kalong dengan nilai investasi sebesar 100 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp1,49 triliun lebih. Pembangunan resort direncanakan dimulai tahun ini.
Nicolas mengatakan sangat tertarik dengan Gili Kalong. Karena menurutnya, ia tidak pernah menemukan sebuah pulau yang unik dengan bentuk bukit yang melengkung, savana yang indah dan pantai yang bening dan bersih.
"Saya tidak pernah menemukan tempat seperti di negara manapun. Saya sudah berkeliling ke hampir 50 negara, dan tempat ini menurut saya sangat fantastis," kata Nicolas.
Nicolas menjelaskan site plan atau rencana pembangunan Gili Kalong akan menggunakan renewable energy atau energi terbarukan dengan bahan bahan alami yang ramah lingkungan. Sementara bahan baku yang akan digunakan adalah segala yang berbahan dari kayu dan batu alam.
Selama proses pembangunan nantinya akan memberdayakan masyarakat setempat dalam semua aspek pembangunan. "Mereka (warga setempat) akan kami berdayakan 100 persen dalam pembangunan eco tourism resort ini. Jadi keberadaan investasi kami akan mendatangkan manfaat bagi semua warga," ujarnya.