Warga Dusun Batu Samban Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah antre menerima bantuan air bersih, Senin (27/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota telah mengajukan usulan pembangunan 106 titik sumur bor di daerah kekeringan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa sumur bor menjadi salah satu solusi paling efektif untuk mengatasi masalah krisis air bersih yang terjadi setiap tahun.
"Sumur bor sudah menjadi perhatian kami. Kemarin kita sudah sampaikan permasalahan ini kepada Kepala BNPB yang hadir, dan kita sudah dapatkan tambahan beberapa sumur bor," kata Iqbal.
Bantuan sumur bor tersebut rencananya akan dialokasikan ke wilayah-wilayah selatan Lombok dan selatan Pulau Sumbawa yang selama ini dikenal sebagai daerah langganan krisis air setiap musim kemarau. Apalagi, musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang dari biasanya, sehingga sudah masuk dalam kalkulasi mitigasi pemerintah daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 228.283 kepala keluarga (KK) atau 857.102 jiwa warga NTB terdampak bencana kekeringan hingga 23 Juli 2026. Ratusan ribu warga yang terdampak kekeringan berada di 9 kabupaten/kota yang tersebar di 56 kecamatan dan 218 desa/kelurahan.
Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin menyebutkan sebanyak 5 daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan di provinsi NTB, sedangkan empat daerah lainnya dalam proses penetapan status. Lima daerah yang telah menetapkan status siaga darurat kekeringan yaitu Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu.
Sementara, empat kabupaten/kota lainnya dalam proses penetapan status siaga darurat kekeringan, antara lain Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Bima dan Kota Bima. Di provinsi NTB, hanya Kota Mataram yang belum terdampak bencana kekeringan.
Di Kabupaten Lombok Tengah sendiri, tercatat sebanyak 9 kecamatan terdampak kekeringan yang tersebar di 91 desa dengan jumlah masyarakat terdampak 169.517 KK atau 678.066 jiwa. Lombok Tengah merupakan wilayah dengan jumlah populasi terdampak terbesar di NTB, namun belum menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan.