Ilustrasi banjir. (IDN Times/Muhammad Nasir)
BPBD NTB mencatat sebanyak 8.551 KK atau 30.309 jiwa masyarakat terdampak banjir di Pulau Sumbawa yang tersebar di Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima. Dengan rincian di Kabupaten Sumbawa 192 KK atau 989 jiwa, Dompu 4.166 KK atau 16.664 jiwa, Bima 2.985 KK atau 8.305 jiwa dan Kota Bima 1.208 KK atau 4.351 jiwa.
Disebutkan, sebanyak 21 warga yang mengungsi akibat banjir di Kabupaten Sumbawa.
Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada 4 kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, Selasa (4/4/2023) lalu. Bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut menimbulkan kerusakan ratusan rumah penduduk, ratusan hektare sawah serta puluhan hektare tambak ikan dan garam milik warga.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB Ahmadi menyebutkan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Pulau Sumbawa empat hari yang lalu menyebabkan sebanyak 196 rumah warga mengalami kerusakan. Dengan rincian 114 rusak ringan, 37 rusak sedang dan 45 rusak berat.
Selain itu, bencana banjir juga merusak dua sekolah di Kota Bima. Kerusakan lainnya, seluas 204 hektare sawah milik warga terendam akibat banjir. Kemudian, tambak ikan dan garam milik warga seluas 53,3 hektare juga diterjang banjir. Bencana banjir dan tanah longsor menerjang 77 desa/kelurahan pada 22 kecamatan di 4 kabupaten/kota di Pulau Sumbawa. Dikatakan, banjir disebabkan hujan intensitas tinggi yang terjadi di sebagian besar wilayah Pulau Sumbawa.