Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kesaksian Penumpang Ungkap Penyebab Terbakarnya KMP Putri Yasmin

Kab. Lombok Barat
Kesaksian Penumpang Ungkap Penyebab Terbakarnya KMP Putri Yasmin
Rio, penumpang yang selamat dari insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin di Perairan Selat Lombok, Rabu +12/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • KMP Putri Yasmin terbakar di Selat Lombok pada 12 Agustus 2026 sekitar pukul 04.15 WITA; saksi menyebut api diduga berawal dari kendaraan truk, tanpa ledakan terdengar.
  • Asap tebal, panas, dan sesak napas memaksa banyak penumpang melompat ke laut. Rio menilai APAR serta pelampung ban di kapal minim, lalu mengapung sekitar enam hingga tujuh jam.
  • Tim SAR dan kapal yang melintas mengevakuasi 173 orang, dengan 172 selamat dan satu meninggal. Jumlah itu melebihi manifes 114 penumpang; KNKT akan menyelidiki penyebab kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lombok Barat, IDN Times – Rasa trauma mendalam menyelimuti Rio, penumpang KMP Putri Yasmin asal Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dia berhasil selamat setelah nekat meloncat ke laut usai KMP Putri Yasmin yang ditumpanginya terbakar di Perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.15 WITA.

​Rio menceritakan detik-detik mencekam saat api mulai membakar bagian dalam kapal, hingga dia harus mengapung selama enam sampai tujuh jam di tengah laut. Dia mengatakan insiden kebakaran KMP Putri Yasmin terjadi sebelum waktu subuh.

  1. ​1. Berawal dari kendaraan yang terbakar

    IMG-20260812-WA0095.jpg
    Proses evakuasi korban KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) saat tiba di Pelabuhan Lembar. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Rio mengungkapkan pada saat itu, kapal sudah berada di tengah perairan Selat Lombok. Tidak ada suara ledakan yang terdengar, melainkan kepulan asap tebal dan kobaran api yang tiba-tiba membesar.

    Pada waktu itu, dia keluar dari tempat duduk kapten kapal. Rio melihat kapten kapal menarik seorang sopir truk karena kemdarannya terbakar.

    ​"Pas kita keluar dari tempat duduk kapten, dia (kapten) menarik seorang sopir truk. Katanya truknya yang terbakar, ada kendaraan yang terbakar," tutur Rio usai dievakuasi di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Rabu (12/8/2026).

    Melihat kobaran api, Rio mengaku sempat berteriak meminta alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api. Namun, dia menyayangkan fasilitas keselamatan di atas kapal yang dinilainya sangat minim.

    ​"Saya teriak meminta alat pemadam untuk memadamkan api. Tapi kapal itu tidak ada alat pemadamnya. Makanya kapal ini harus dievaluasi," tegasnya.

  2. 2. Penumpang kepanasan dan sesak napas hingga loncat ke laut

    IMG-20260813-WA0008.jpg
    Tim SAR gabungan mengevaluasi penumpang KMP Putri Yasmin yang terombang-ambing di tengah laut. (dok. SAR Mataram)

    Alumni Universitas Muhammadiyah Mataram ini menceritakan bahwa kondisi di dalam kapal semakin tidak kondusif saat asap memenuhi ruangan. Hawa panas dan rasa sesak mulai menyerang para penumpang yang panik menunggu instruksi dari kapten kapal. Di tengah kepungan api dan hawa panas yang membakar, Rio dan penumpang lainnya menyadari bahwa tidak ada pilihan lain selain terjun ke laut untuk menyelamatkan diri.

    ​"Di dalam kapal sebelum loncat kita kepanasan dan sesak napas. Mau bertahan pasti mati kita dalam kapal, sehingga mau tidak mau harus loncat. Pelampung sudah kita pasang, daripada kepanasan api sudah menyala, akhirnya kita meloncat," ungkap Rio.

    Dia juga mengungkap situasi di tengah laut setelah para penumpang meloncat dari atas kapal. Dia mengatakan ketersediaan pelampung ban penyelamat sangat terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah penumpang.

    ​"Ban yang dilempar sedikit, sedangkan penumpang yang menyelamatkan diri dengan melompat ke laut sangat banyak. Satu pelampung ban untut empat orang, karena korban banyak akhirnya ban tidak muat. Bannya sudah sampai leher air laut. Perkiraan saya satu jam tenggelam ban itu karena airnya masuk," tuturnya.

    Rio mengatakan ada wisatawan asing yang berada di dalam kapal. Meski sudah mengenakan pelampung, wisatawan tersebut diduga takut untuk meloncat ke laut. "Ada bule sudah pakai pelampung tapi tidak berani loncat," kata dia.

  3. 3. Enam jam terombang-ambing di tengah laut

    IMG-20260812-WA0057.jpg
    Proses evakuasi penumpang KMP Putri Yasmin yang selamat menggunakan kapal Basarnas KN 220 Mataram di Pelabuhan Lembar Lombok Barat, Rabu (12/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    ​Rio dan sejumlah penumpang selamat lainnya harus bertaruh nyawa terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih enam jam. Pada waktu itu mereka berharap bantuan dari tim SAR gabungan dari Lombok maupun Bali segera datang.

    ​Di tengah kepasrahan, beberapa kapal lain sempat terlihat melintas di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya bantuan evakuasi tiba. Rio yang baru saja menyelesaikan kuliah di Universitas Muhammadiyah Mataram ini pergi ke Bali bersama dua orang temannya untuk mencari pekerjaan.

    Beruntung, kedua temannya tersebut juga berhasil selamat dari tragedi naas ini. "Teman ada dua orang, alhamdulillah selamat. Saya ke Bali cari kerja, sudah selesai wisuda," tuturnya.

    Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) segera turun melakukan investigasi terkait penyebab terbakarnya KMP Putri Yasmin di Perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026). Dia mengatakan KMP Putri Yasmin laik berlayar berdasarkan hasil pemeriksaan pada Juni 2026 lalu.

    KNKT akan segera turun ke NTB untuk melakukan penyelidikan dan investigasi. Hasil investasi KNKT akan menjadi bahan evaluasi Kemenhub ke depannya. Dia mengatakan Kemenhub belum bisa memastikan penyebab terbakarnya KMP Putri Yasmin sebelum adanya hasil investigasi KNKT.

    "Nanti kita berikan kesempatan kepada KNKT menyelidiki sebab kejadian itu. Dari situ kita akan bisa melihat apa yang bisa kita perbaiki atau antisipasi ke depannya," ujarnya.

    Jumlah penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok, tidak sesuai dengan manifes. Dalam manifes, jumlah penumpang tercatat sebanyak 114 orang, sementara data korban sementara yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan sebanyak 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara 1 orang meninggal dunia.

    Para korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang melintas di Perairan Selat Lombok. Pada pukul 06.45 WITA, sebanyak 35 korban dievakuasi oleh MV Portlink II menuju Pelabuhan Padangbai Bali. Kemudian pada pukul 07.10 WITA, sebanyak 18 korban dievakuasi oleh kapal TNI AL, KAL Lembar menuju Pelabuhan Lembar.

    Berikutnya, pada pukul 08.00 WITA, sebanyak 59 korban terdiri dari 58 orang dewasa dan 1 anak-anak dievakuasi oleh Kapal RB 220 Kansar Mataram menuju Pelabuhan Lembar. Selanjutnya, pukul 10.56 WITA, sebanyak 3 korban dievakuasi oleh kapal asing MV Steel Here, dimana dua korban selamat dan 1 meninggal dunia.

    Pada pukul 12.30 WITA, sebanyak 58 korban dievakuasi oleh Kapal Yacht yang melintas di Selat Lombok, dimana sebanyak 24 korban ditransfer ke kapal RBB Kansar Mataram, RIB Basarnas 9 orang, Kapal Patroli Polairud 25 orang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More