Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kebakaran Vegetasi Terjadi di Gunung Iya Ende NTT, Asap Mengepul

Kebakaran Vegetasi Terjadi di Gunung Iya Ende NTT,  Asap Mengepul
Gunung Iya di Ende, NTT, alami kebakaran. (Dok MAGMA Indonesia)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kebakaran vegetasi masih terjadi di sisi selatan Gunung Iya, Ende, NTT, dengan asap tebal terpantau hingga mendekati pesisir melalui pemantauan CCTV dan drone PPGA Iya.
  • PVMBG mempertahankan status Level II Waspada dan mengimbau warga serta wisatawan menjauh minimal dua kilometer dari kawah aktif untuk menghindari potensi bahaya gas beracun.
  • Petugas mencatat satu gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10,7 milimeter dan durasi 149 detik, sementara aktivitas gunung secara umum masih terpantau stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) melaporkan terjadinya kebakaran vegetasi di sisi selatan tubuh Gunung Iya Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya kebakaran juga terjadi pada 11 Maret 2026.

Informasi ini disampaikan Petugas PPGA Iya sekaligus penyusun laporan, Ahmad Yani. Ia menyatakan api terlihat hingga mendekati kawasan pesisir.

“Masih terjadi kebakaran sampai saat ini. Masih terlihat asap dari visual CCTV PPGA Iya,” kata Ahmad Yani, Kamis (12/3/2026).

1. Masih berlangsung hingga saat ini

IMG-20260312-WA0027.jpg
Gunung Iya di Ende, NTT, alami kebakaran. (Dok MAGMA Indonesia)

Menurut laporan pengamatannya, kebakaran yang terjadi pada 12 Maret 2026 ini terdeteksi di sisi selatan tubuh Gunung Iya yang berada dekat kawah aktif. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (PVMBG) kemudian memerintahkan tim pengamat memantau visual menggunakan drone.

Berdasarkan tangkapan drone itu terlihat asap kebakaran bahkan terpantau memanjang hingga ke arah pesisir pantai.

"Dari hasil pemantauan drone pada Kamis, 12 Maret 2026, terlihat asap tebal dari kebakaran vegetasi di badan gunung dengan intensitas cukup kuat. Namun, sumber api penyebab kebakaran tersebut belum diketahui secara pasti," tandasnya.

Sementara kondisi gunung ini terpantau menunjukkan material runtuhan di dalam kawah Gunung Iya yang semakin menumpuk. Asap kawah juga teramati tipis dengan kondisi cuaca cerah hingga berawan. Kemudian angin di sekitar gunung bertiup lemah hingga sedang dengan arah dominan ke timur.

2. Warga diimbau untuk waspada

IMG-20260312-WA0025.jpg
Gunung Iya di Ende, NTT, alami kebakaran. (Dok MAGMA Indonesia)

Sebelumnya, pada Senin Rabu (11/3/2026) Gunung Iya masih berstatus Level II atau Waspada. Secara visual, gunung setinggi 637 meter di atas permukaan laut ini tampak jelas dengan asap kawah berwarna putih tipis setinggi sekitar 50–100 meter di atas puncak.

"Juga terjadi kebakaran di arah tenggara - selatan pada Gunung Iya," jelas Ahmad Yani.

PVMBG pada saat yang sama merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Iya serta pengunjung atau wisatawan untuk tidak mendekati kawasan dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

"Warga juga diminta tidak mendekati lubang tembusan gas di sekitar kawah guna menghindari potensi bahaya gas beracun," ungkap dia.

3. Sekali gempa tektonik

IMG-20260312-WA0028.jpg
Gunung Iya di Ende, NTT, alami kebakaran. (Dok MAGMA Indonesia)

Sebelumnya Adrianus Dwika Mado Payong selaku Petugas PPGA Iya mencatat satu kejadian gempa tektonik jauh di sekitar gunung tersebut dalam pengamatan pada Selasa (10/3/2026).

Sementara secara visual pada hari itu, asap kawah Gunung Iya teramati berwarna putih dengan tekanan lemah dan intensitas tipis setinggi sekitar 50–100 meter di atas puncak kawah.

Kemudian dari sisi kegempaan, ia mencatat satu gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10,7 milimeter dan durasi 149,27 detik.

"Meski aktivitasnya relatif stabil, PVMBG tetap mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Iya serta pengunjung atau wisatawan agar tidak mendekati kawasan dalam radius dua kilometer dari kawah aktif," terangnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More