Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kasus Kejahatan di Lotim Meningkat selama 2024
Jajaran pejabat Polres Lotim saat menggelar konferensi pers hasil pengungkapan 2024 (IDN Times/Ruhaili)

Lombok Timur, IDN Times - Kasus kejahatan di Lombok Timur (Lotim) tahun 2024 meningkat siginifikan. Kasus kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian speda motor, pencurian dengan pemberatan, pelecehan seksual meningkat jika dibandingkan dengan 2023 lalu.

Bukan hanya itu, aksi peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang juga mengalami peningkatan. Hal yang juga meningkat pada kasus pelanggaran lalu lintas.

1. Kasus kejahatan meningkat

Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. I Made Yulia Putra (IDN Times/Ruhaili)

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lombok Timur mencatat adanya peningkatan jumlah perkara yang ditangani pada tahun 2024. Total jumlah kasus kejahatan yang ditangani sebanyak 323 kasus kriminal. Dari 323 kasus itu, sebagian merupakan kasus tahun 2023 yang berhasil diselesaikan tahun 2024. 

Kasat Reskrim Polres Lotim, APK. AKP. I Made Dharma Yulia Putra menyebutkan, di tahun 2023 total perkara yang ditangani itu sebanyak 262 kasus. Sementara yang berhasil diselesaikan sebanyak 203 atau sebesar 77 persen.

"Untuk tahun 2024 kita berhasil menyelesaikan 100 persen," imbuhnya.

2. Kasus narkoba meningkat

Kapolres Lotim memimpin konferensi pers hasil ungkap 2024 (IDN Times/Ruhaili)

Kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan Narkotika juga mengalami peningkatan. Selama tahun 2024, polisi berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat sekitar 6 kilogram dan ganja seberat 782,57 gram. Kasus narkotika jenis sabu mengalami peningkatan lebih dari 1.314,55 persen tahun 2024 ini dengan barang bukti seberat 6.116,6 kg. Barang bukti seberat itu didapatkan dari 49 kasus dengan jumlah total tersangka 60 orang.

"Tahun 2023, barang bukti jenis sabu yang disita sebanyak 531 gram, kini meningkat lebih dari 1000 persen," ungkap Kasat Resnarkoba Polres Lotim Iptu. Muhammad Nauval Trinugraha.

Begitu juga dengan barang bukti ganja. Terjadi peningkatan sebesar 782,57 atau sekitar 46 persen dibanding tahun 2023 lalu sekitar 629 gram.

3. Pelanggaran lalu lintas meningkat

Kasat Lantas Lombok Timur, AKP. AKP Tira Karista (IDN Times/Ruhaili)

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Timur juga melaporkan peningkatan jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dan pelanggaran lalu lintas. Data menunjukkan bahwa jumlah lakalantas pada tahun 2024 meningkat sebesar 31% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Peningkatan jumlah lakalantas ini didominasi oleh pengendara yang tidak menggunakan helm," ujar Kasat Lantas Polres Lombok Timur, AKP Tira Karista.

Kasat Lantas menyebutkan, pada tahun 2023, jumlah pelanggaran lalu lintas terjadi sebanyak 4.712 kasus. Sementara di tahun 2024 meningkat 3,06 persen menjadi 4857 kasus. 

"Pada tahun 2023 kasus tilang kita itu sebanyak 4.712, sementara di tahun 2024 sebanyak 4.857, ada peningkatan sebesar 3,06 persen," ujarnya. 

Ia mengatakan bahwa pelanggaran lalu lintas didominasi oleh pengendara yang tidak mengenakan helm saat berkendara. Dan dari ribuan kasus itu, ada 11 kendaraan yang dilimpahkan ke Satreskrim karena merupakan kendaraan bodong. 

Untuk lakalantas, lanjut Kasat, juga mengalami peningkatan. Di mana pada tahun 2023 terdapat 378 kasus lakalantas yang ditangani Satlantas Polres Lotim, sementara di tahun 2024 sebanyak 493 kasus.

Editorial Team

EditorRuhaili

Related Article