Ketua Tim dari ITB Ahza Asadel Hananda Putra. (dok. IDN Times)
Sementara itu, tim ITB sebagai lawan berpendapat bahwa peran pemerintah sangatlah penting dalam mengatasi pemanasan global dan perubahan iklim. Ketua Tim ITB, Ahza Asadel Hananda Putra, menyatakan bahwa Gen Z sudah memahami isu-isu terkait pemanasan global dan perubahan iklim.
Menurutnya, peran aktif pemerintah memiliki dampak yang lebih besar dalam menangani berbagai masalah, termasuk isu-isu tersebut. Dia mengambil contoh kisah dari environmentalist asal Brazil, Chico Mendes.
Mendes berjuang untuk menjaga kelestarian hutan Amazon dan berhasil mengajak masyarakat untuk turut serta dalam menjaga hutan tersebut dengan melakukan berbagai perubahan, namun upayanya berakhir tragis.
Perjuangan Mendes pada tahun 1970-an berakhir dengan tragis saat ia ditembak pada tahun 1988. Namun, pada tahun 2004, Pemerintah Brazil meluncurkan berbagai kebijakan baru untuk mengatasi deforestasi hutan Amazon.
Hasilnya, terjadi penurunan signifikan dalam tingkat deforestasi antara tahun 2004-2012, dengan penurunan sebesar 75 persen. Laju deforestasi turun dari 2,7 hektar pada tahun 2004 menjadi 646 ribu hektar per tahun pada tahun 2012.
Rata-rata penurunan setiap harinya adalah 7.400 hektar, menjadi hanya 1.170 hektar hutan Amazon yang ditebangi setiap harinya dalam kurun waktu 8 tahun. Selama periode perjuangan Chico Mendes dari tahun 1975 hingga 1988, penurunan deforestasi hutan Amazon hanya sebesar 50 persen.
"Perjuangan Mendes tidak jauh lebih baik daripada peran pemerintah dalam memberlakukan regulasi dan kebijakan yang baik terhadap lingkungan. Diperlukan langkah-langkah sistematis dan terukur dari pemerintah dengan menggunakan sumber daya yang dimilikinya," ungkapnya.
Dikatakan juga bahwa Gen Z telah sadar akan isu-isu perubahan iklim. Oleh karena itu, mereka tidak setuju dengan mosi yang mengharuskan Gen Z untuk mengubah gaya hidup mereka guna mengatasi permasalahan pemanasan global dan perubahan iklim.
"Kami percaya bahwa Gen Z sudah memahami isu-isu terkait perubahan iklim. Selain itu, ada urgensi yang lebih besar dalam menangani isu-isu tersebut dibandingkan dengan mengurusi perilaku Gen Z," paparnya.
Hal tersebut didukung oleh hasil survei yang menunjukkan bahwa 76 persen Gen Z di Indonesia menyatakan keprihatinan serius terhadap perubahan iklim, dibandingkan dengan hanya 56 persen pada generasi sebelumnya. Selain memiliki kesadaran, Gen Z juga sudah menerapkan kebiasaan yang ramah lingkungan.
"Gen Z tidak perlu mengubah perilaku mereka karena saat ini mereka sudah memahami isu-isu lingkungan dan perubahan iklim, yang telah diajarkan oleh orang tua mereka sejak dini," tambahnya.
Sehari sebelumnya, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan Telkom University Bandung pada Liga Debat Mahasiswa IDN Times, pada Jumat (25/5/2024). Kemenangan UGM di babak perempat final diperoleh setelah unggul dalam berargumentasi melawan Telkom University Bandung.
Pada hari yang sama, tim dari Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta juga berhasil mengalahkan tim dari Universitas Padjadjaran. Pada hari Sabtu (25/5/2024) ini, akan ada pertandingan antara Institut Teknologi Bandung melawan Institut Pertanian Bogor, serta antara Institut Teknologi Sumatera melawan Universitas Negeri Medan.
Liga Debat Mahasiswa 2024 ini diikuti oleh 12 kampus dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 IDN Times, yang akan diperingati pada tanggal 8 Juni 2024.
Kompetisi akan berlangsung mulai dari babak penyisihan pada tanggal 21 Mei hingga babak final pada tanggal 6 Juni 2024. Seluruh kompetisi akan dilakukan secara daring melalui Zoom, kecuali babak final yang akan diadakan secara luring di Kantor IDN Media di Jakarta.