Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kadis PMD NTT Meninggal Mendadak saat Tugas Dinas di Jakarta

Kadis PMD NTT Meninggal Mendadak saat Tugas Dinas di Jakarta
Upacara penghormatan terakhir kepada Kadis PMD NTT Alexander Koroh. (IDN Times/Putra Bali Mula)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Kepala Dinas PMD NTT, Alexander B. Koroh, meninggal dunia akibat serangan jantung saat bertugas di acara Kemendes PDT di Jakarta pada 17 Mei 2026.
  • Acara Kemendes PDT sempat ditunda setelah kejadian tersebut, sementara Menteri Yandri Susanto dan Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan belasungkawa atas kepergian Alex.
  • Alex dikenal sebagai sosok pekerja keras lulusan Victoria University of Wellington, Selandia Baru, dengan pengalaman luas dan dedikasi tinggi bagi pembangunan NTT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Nusa Tenggara Timur (NTT), Alexander B. Koroh, meninggal dunia saat menjalankan tugas dinas di Jakarta. Almarhum diketahui tengah mengikuti agenda di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Alexander meninggal dunia pada 17 Mei 2026 dan diduga mengalami serangan jantung sesaat sebelum kegiatan Kemendes PDT dimulai. Ia sempat terjatuh di lobi Hotel Mercure Ancol, Jakarta, sekitar pukul 17.15 WIB dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 18.00 WIB oleh dokter Rumah Sakit Mitra Keluarga.

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, menyampaikan duka sekaligus mengenang masa-masa terakhir almarhum semasa bertugas. Melki juga mengungkapkan Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Alexander B. Koroh.

1. Acara Kemendes PDT sempat ditunda

Potret pria berpakaian jas dan dasi berbingkai kayu yang dipajang dalam upacara penghormatan terakhir di Nusa Tenggara Timur.
Upacara penghormatan terakhir kepada Kadis PMD NTT Alexander Koroh. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengatakan Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, intens menghubunginya usai kejadian tersebut. Dalam wawancara di Kupang, Senin (18/5/2026), Melki menyebut Yandri turut menceritakan detik-detik sebelum Alexander B. Koroh meninggal dunia.

Menurut Melki, kondisi kesehatan Alex mendadak menurun sesaat sebelum agenda Kemendes PDT dimulai. Setelah kejadian itu, kegiatan yang semula dijadwalkan berlangsung pada malam hari langsung ditunda dan baru dilanjutkan keesokan paginya.

"Saya juga teleponan dengan Menteri Desa. Pak Menteri Desa menyampaikan kekagetan karena memang Pak Alex ini datang ke Jakarta untuk acara Kementerian Desa. Harusnya malam itu sudah pembukaan dan acara berlangsung, tapi baru tadi pagi berjalan," jelas Melki.

2. Punya jaringan internasional

Upacara penghormatan terakhir kepada Kadis PMD NTT Alexander Koroh di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur dengan peti jenazah dan karangan bunga.
Upacara penghormatan terakhir kepada Kadis PMD NTT Alexander Koroh. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Melki Laka Lena mengatakan Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, memiliki kedekatan tersendiri dengan Alexander B. Koroh.

"Menteri Desa ini punya kedekatan pribadi dengan Pak Alex Koroh ini juga. Waktu Pak Menteri ke sini itu beliau yang temani seharian dengan Menko Pangan," lanjut dia.

Melki juga sepakat dengan Yandri bahwa mendiang memang sangat loyal dan memilih etos kerja yang baik.

"Beliau sayangkan juga karena anak ini baik sekali dan memang dia sangat membantu juga saya kemarin. Menurut saya Pak Alex ini kerjanya rapi, dia juga positif, optimis, lama di luar negeri, punya jaringan sampai luar negeri, dan tidak pernah mengeluh dengan coba buat suasana lebih baik," tambah Melki lagi.

3. Lulusan luar negeri

Upacara penghormatan terakhir kepada Kadis PMD NTT Alexander Koroh dengan peti jenazah dihiasi bunga dan peserta berpakaian dinas.
Upacara penghormatan terakhir kepada Kadis PMD NTT Alexander Koroh. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Melki sendiri menyebut Alex sebagai salah satu putra NTT yang berbakti dalam tugas pemerintahannya dengan karakter yang bersahaja.

"Kita kehilangan salah seorang putra terbaik yang sudah bekerja dengan sangat baik. Tentunya mewakili pemerintah dan masyarakat NTT kami berduka cita bagi Pak Alex. Semoga contoh baik yang dibuat Pak Alex dapat menjadi inspirasi dan keluarga yang ditinggal dapat diberikan kekuatan," ungkap dia.

Jenazah almarhum tiba di Kupang dari Jakarta melalui VIP Bandara El Tari pada Senin (18/5/2026) kemudian disemayamkan di rumah duka. Jenazah pada Selasa (19/5/2026) ini dibawa Kantor Gubernur NTT untuk penghormatan terakhir secara kedinasan sebelum disemayamkan.

Almarhum sendiri merupakan alumni Victoria University of Wellington, Selandia Baru. Sebelum menjabat Kadis PMD, Alex sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan, juga Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More