Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ITDC Buka Suara soal Isu Sirkuit Mandalika Diambil Alih Pertamina
Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)
  • ITDC menegaskan belum ada rencana maupun pembicaraan pengambilalihan operasional Sirkuit Mandalika oleh Pertamina. MGPA, anak usaha ITDC, tetap berkomitmen sebagai operator sirkuit.
  • Evaluasi lima tahun kerja sama ITDC dan Pertamina sebagai sponsor utama MotoGP Mandalika dinilai positif, dengan perbaikan kenyamanan, keamanan, lalu lintas, serta pemberdayaan UMKM.
  • Kajian LETMI-ITB mencatat MotoGP Mandalika 2026 berdampak ekonomi Rp5,2 triliun, dengan rekor 157.875 penonton dan estimasi belanja langsung pengunjung Rp1,35 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) akhirnya buka suara menanggapi isu pengambilalihan pengelolaan Sirkuit Mandalika oleh PT Pertamina (Persero). Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada rencana atau pembicaraan terkait pengambilalihan operasional Sirkuit Mandalika.

​"Sampai hari ini belum ada informasi apa-apa. Saya pastikan belum ada informasi seperti itu. Kalaupun pada nantinya akan terjadi pasti kita akan beritahu. Jadi belum ada kami dapat informasi apapun," kata Troy, Rabu (28/10/2026).

1. MGPA tetap komit jadi operator Sirkuit Mandalika

MotoGP Mandalika 2026. (IDN Times/Muhammad Nasir)

​Troy mengatakan sebagai sesama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sinergi dan kolaborasi tetap menjadi kunci utama antara ITDC dan Pertamina. Kolaborasi antara ITDC dan Pertamina selama ini, kata dia, berjalan bagus.

Dia menambahkan bahwa Mandalika Grand Prix Association (MGPA) yang merupakan anak usaha ITDC tetap komit menjadi operator Sirkuit Mandalika. "Yang paling kenting bagaimana sirkuitnya itu hidup, siapapun operatornya. Dan MGPA komit sebagai operator pengelola sirkuit. Kami ITDC adalah pengelola kawasan Mandalika," kata dia.

Dia menambahkan, jika ke depannya terdapat situasi atau perkembangan yang berbeda, soliditas antar-BUMN akan tetap dijaga. "Kita dukung dan saya rasa semua intinya sama untuk kemajuan Indonesia," tambahnya.

2. Hasil evaluasi kerja sama ITDC dan Pertamina selama lima tahun gelaran MotoGP Mandalika

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Troy mengungkap hasil evaluasi kerja sama antara ITDC dan Pertamina selama lima tahun menjadi sponsor utama gelaran MotoGP Mandalika. Dia mengatakan evaluasi keseluruhannya menunjukkan hasil yang sangat positif.

​"Sponsor menyampaikan hasil yang positif, menyampaikan apresiasi langsung. Kami bergerak langsung dengan Tim Pertamina, evaluasinya cukup baik," ungkap Troy.

Dia memaparkan bahwa dukungan sponsor terus mengalir seiring dengan peningkatan progres penyelenggaraan dari tahun ke tahun. Berbagai aspek pendukung perhelatan internasional ini diklaim terus membaik, mulai dari aspek kenyamanan pengunjung, faktor keamanan, manajemen rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan, hingga dampak langsung terhadap perekonomian lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​"Jadi artinya mereka mendukung untuk ini terus berjalan. Jadi saya rasa, setiap tahun progresnya naik. Kami memberikan bukti, dari pengunjung, keamanan, kemacetan kita beresin. Pemberdayaan ekonomi masyarakat UMKM, itu semua bergerak baik. Jadi semua mensupport," tandas Troy.

3. Dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026 tembus Rp5,2 triliun

Para penonton keluar dari Sirkuit Mandalika usai menyaksikan sprint race MotoGP Mandalika, Sabtu (10/10/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Troy menyebutkan dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 menembus angka Rp5,2 triliun. Hal itu berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Lembaga Teknik dan Manajemen Industri (LETMI) – Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dia mengatakan jumlah penonton MotoGP Mandalika 2026 mencetak rekor baru yaitu sebanyak 157.875 orang. Tahun ini menjadi capaian tertinggi sejak MotoGP pertama kali diselenggarakan di Mandalika pada 2022. jumlah penonton atau pengunjung meningkat sekitar 12,5 persen dibandingkan 2025 yang mencatat 140.324 orang.

Troy menjelaskan gelaran MotoGP Mandalika pada 9–11 Oktober 2026, menggerakkan aktivitas pariwisata sejak sebelum balapan dimulai, seiring kedatangan wisatawan domestik dan asing yang mulai memadati Mandalika dan sekitarnya sejak sepekan menjelang event.

Dampak ekonomi juga meningkat sekitar 4,8 persen, dari Rp4,96 triliun pada 2025 menjadi Rp5,2 triliun pada 2026. Hasil kajian dampak ekonomi dilaksanakan oleh Lembaga Teknik dan Manajemen Industri (LETMI) – Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan kegiatan riset sejak sebelum hingga selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.

Kajian menggunakan pendekatan input-output berbasis tabel Badan Pusat Statistik (BPS) serta pendekatan Keynesian untuk mengukur dampak pengganda ekonomi. Penghitungan LETMI-ITB mencakup belanja pengunjung untuk penginapan, makanan dan minuman, transportasi lokal, hiburan dan wisata, serta oleh-oleh.

Kajian ini menilai bagaimana pengeluaran pengunjung menggerakkan berbagai usaha dan menghasilkan dampak lanjutan dalam perekonomian. Salah satu temuan penting adalah rata-rata belanja pengunjung yang mencapai Rp8,56 juta per orang pada 2026, dengan turut memperhitungkan pengeluaran pengunjung asing.

Angka ini mencakup belanja sejak sepekan sebelum hingga selama event MotoGP berlangsung, sehingga menangkap aktivitas wisatawan yang datang lebih awal untuk menikmati Mandalika dan destinasi di sekitarnya. Sebagai pembanding, rata-rata belanja pengunjung pada 2023 tercatat sekitar Rp3,5 juta per orang selama event.

Perbedaan periode penghitungan tersebut turut menjadi konteks dalam membaca kedua angka. Salah satu temuan kajian adalah estimasi rata-rata belanja pengunjung sebesar Rp8,56 juta per orang pada 2026.

Berdasarkan paparan LETMI–ITB, angka tersebut dihitung menggunakan pendekatan tertimbang yang memperhitungkan komposisi wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara. Estimasi pengeluaran langsung pengunjung mencapai Rp1,35 triliun, mencakup pengeluaran untuk akomodasi, makanan dan minuman, transportasi lokal, hiburan dan wisata, serta oleh-oleh.

Curated For You

Editorial Team

Related Article