Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Investor Spanyol Bangun Vila Mewah Seluas 1,6 Ha di KEK Mandalika

IMG-20260114-WA0006.jpg
Investor asal Spanyol meninjau lokasi pembangunan vila mewah di KEK Mandalika, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Lombok Tengah, IDN Times - Investor asal Spanyol, PT Sapo Development Lombok akan membangun vila mewah (luxury villa) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Investor yang sudah menanamkan investasi di Filipina dan Jepang itu, menggelontorkan dana sekitar Rp55 miliar untuk membangun sekitar 80 vila mewah di KEK Mandalika.

Sebagai bentuk keseriusan dalam investasi tersebut, PT Sapo Development Lombok dan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menandatangani Land Utilization and Development Agreement (LUDA) atau Perjanjian Pemanfaatan dan Pengelolaan Lahan Lot KGH 1 dan KGH 2 KEK Mandalika, Rabu (14/1/2026). Lot KGH 1 dan KGH 2 yang akan dikembangkan investor seluas 1,6 hektare (Ha).

"Sapo Development Lombok ini mengambil dua lot dengan total luas sekitar 1,6 hektare yang akan dikembangkan menjadi akomodasi, luxury villa. Mereka membangun vila yang akan beroperasi 2028 dengan nilai investasi Rp55 miliar," kata Direktur Komersial dan Pemasaran ITDC, Febrina Mediana usai penandatanganan LUDA di Mandalika, Rabu (14/1/2026).

1. Investor agendakan groundbreaking Juli mendatang

IMG-20260114-WA0001.jpg
Penandatangan LUDA antara ITDC dengan PT Sapo Development Lombok terkait investasi pembangunan vila mewah di KEK Mandalika, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Setelah penandatangan LUDA, investor rencananya akan melakukan groundbreaking pembangunan vila pada Juli mendatang. Vila mewah yang dibangun di KEK Mandalika ditargetkan beroperasi awal 2028.

"Investornya dari Spanyol, mereka fokus mengembangkan investasi di Asia. Sudah punya juga investasi di Filipina dan Jepang. Mereka melihat Lombok menjadi suatu opportunity yang besar sekali. Makannya rencananya memiliki beberapa investasi di Lombok dimulai dari Mandalika, sudah ada beberapa rencana," tutur Mediana.

2. Bangun 80 vila mewah

IMG-20260114-WA0000.jpg
Direktur Komersial dan Pemasaran ITDC, Febrina Mediana. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dia menjelaskan investor asal Spanyol itu juga sudah punya portofolio investasi di Bali dan Lombok. Mereka melihat potensi investasi di Lombok cukup besar sehingga tertarik mengamankan modalnya di KEK Mandalika.

"Manajemennya sudah mengincar dan sudah ploting anggaran untuk melakukan investasi di Lombok khususnya Mandalika, dua tiga tahun ke depan," kata Mediana.

Dia mengungkapkan akomodasi yang dibangun dengan konsep luxury vila pada dua slot lahan yang sudah ditandatangani. Satu slot akan dibangun vila mewah ukuran besar sebanyak 50 unit, satu slot lagi sebanyak 30 unit ukuran kecil. Sehingga, jumlah vila mewah yang akan dibangun sebanyak 80 unit.

3. Investasi yang pertama masuk tahun 2026

IMG-20260114-WA0004.jpg
Investor asal Spanyol meninjau lokasi pembangunan vila mewah di KEK Mandalika, Rabu (14/1/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sementara, Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan PT Sapo Development Lombok merupakan investor pertama yang menandatangani LUDA pada awal 2026. Menurutnya, penandatangan kerjasama ini menjadi angin segar untuk terus berakselerasi mengembangkan kawasan Mandalika dengan mendatangkan investor.

"Kita sudah kerjasama dengan investor dari Jepang, dan Maroko sekarang Spanyol. Artinya ini ke depan akan menjadi kawasan yang memiliki standar internasional karena kita memiliki sirkuit Mandalika," kata dia.

Dengan masuknya investasi PT Sapo Development Lombok, penyerapan tenaga kerja akan terbuka lebar sesuai dengan kebutuhan investor. Dalam komunikasi dengan investor, sedapat mungkin melibatkan tenaga kerja lokal, sehingga ITDC juga memfasilitasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan Politeknik Pariwisata Lombok.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News NTB

See More

Pemprov NTB Wajibkan Transportasi Online Pakai Pelat DR dan EA

14 Jan 2026, 20:39 WIBNews