Prakiraan probabilitas curah hujan dasarian I Januari 2023 di wilayah NTB. (dok. BMKG)
BMKG memprakirakan fenomena La Nina masih akan berlangsung hingga Maret 2023, kemudian berangsur menuju kondisi netral. Aliran massa udara umumnya di wilayah Indonesia didominasi oleh angin baratan kecuali wilayah Jawa bagian tengah hingga timur, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua bagian tengah.
Kondisi ini diprediksi akan bertahan hingga awal Januari seiring dengan semakin aktifnya Monsun Asia yang mendominasi wilayah Indonesia. Kondisi tersebut, kata Nindya, mendukung pembentukan awan di wilayah Indonesia. Rata-rata anomali Suhu Muka Laut sekitar wilayah NTB saat ini berada pada kategori netral hingga hangat dan diprakirakan pada Januari hingga April 2023 secara umum didominasi oleh kondisi netral, yaitu berkisar antara -0.25 hingga 0.25 °C.
Peluang curah hujan pada dasarian I Januari 2023 di NTB dengan intensitas di atas 20 mm per dasarian dan intensitas di atas 50 mm per dasarian berpeluang sangat tinggi terjadi di seluruh wilayah NTB dengan probabilitas di atas 50 persen - 90 persen kecuali di wilayah Lombok bagian utara.
Curah hujan dengan intensitas di atas 100 mm per dasarian diprakirakan terjadi di wilayah Sanggar, Kilo dan Tambora dengan probabilitas 50 persen - 90 persen. Serta di wilayah Lombok Barat bagian selatan dengan probabilitas 50 persen - 80 persen. Terdapat peluang curah hujan di atas 150 mm per dasarian berpeluang terjadi di wilayah Tambora dan Sanggar dengan probabilitas 50 persen - 90 persen.