Minta Diantar Melahirkan, Ibu di NTT Justru Dibacok Suami hingga Kritis

- Seorang ibu di Malaka, NTT, bernama Yusnita Bete kritis setelah dibacok suaminya sendiri saat meminta diantar melahirkan karena kontraksi sudah terasa.
- Korban menjalani dua operasi sekaligus, yaitu operasi sesar untuk melahirkan dan operasi tangan kiri akibat luka bacokan; bayinya lahir dalam kondisi sehat.
- Pelaku bernama Ignas langsung diamankan polisi di RSUPP Betun bersama barang bukti parang, dan mengaku melakukan tindakan itu secara spontan karena kelelahan.
Kupang, IDN Times - Yusnita Bete (41), seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa menjalani operasi sesar dalam kondisi kritis usai dibacok suaminya sendiri, IL alias Ignas alias Nasuluan (41).
Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 17.30 WITA, saat korban tengah mmendekati waktu persalinan. Pelaku membacok tangan kiri korban hingga menyebabkan luka serius dan pendarahan.
Table of Content
1. Suami minta istrinya tunda melahirkan

Peristiwa ini terjadi di kediaman pasangan tersebut di Dusun Raisikun 1, Desa Alas Selatan, Kecamatan Kobalima Timur. Usai kejadian, Yusnita segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebelumnya, korban meminta suaminya mengantarnya ke fasilitas kesehatan terdekat karena sudah merasakan kontraksi dan sakit perut sebagai tanda akan melahirkan. Sementara Ignas yang baru tiba dari Kota Kupang setelah menjual pisang, disebut keberatan mengantar istrinya. Ia bahkan menyuruh Yusnita bertahan hingga keesokan hari.
Korban yang sudah tak tahan pun terus mendesak suaminya membawa ia untuk bersalin. Sementara pelaku naik pitam karena terus didesak pelaku diduga spontan mengambil parang dan menebas korban.
"Korban berusaha menangkis dengan tangan kiri hingga mengalami luka menganga dan kehilangan banyak darah," kata Kapolres Malaka AKBP Riki Ganjar Gumilar melalui Kasat Reskrim Iptu Dominggus Duran, Sabtu (28/2/2026).
2. Korban jalani dua operasi sekaligus

Korban langsung melarikan diri dari suaminya usai tangan kirinya ditebas, lalu menyelamatkan diri ke Pos Pengamanan TNI AD yang berada tidak jauh dari rumahnya. Anggota TNI yang mendapati korban saat itu langsung membawa korban ke Puskesmas Namfalus Motamasin, Malaka.
"Namun karena kondisi korban kritis, ia langsung dirujuk ke RSUPP Betun, Kabupaten Malaka," ungkap Dominggus.
Sesampainya di RSUPP Betun, Yusnita langsung menjalani dua operasi sekaligus yaitu operasi sesar untuk melahirkan dan operasi untuk menjahit luka parah pada tangan kirinya. Korban masih menjalani perawatan intensif di RSUPP Betun pasca operasi sesar dan penanganan luka di tangan kirinya.
"Bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat meski sang ibu mengalami luka serius akibat ditebas suaminya. Korban belum bisa dimintai keterangan karena luka baru selesai dijahit," ucap Dominggus.
3. Suami korban langsung ditahan

Sementara Ignas selaku pelaku telah diamankan olej pihaknya setelah peristiwa KDRT ini dilaporkan kakak korban, Yolenta Bete (53), ke Polres Malaka. Aparat mengamankan pelaku yang saat itu berada di RSUPP Betun.
Polisi memboyong pelaku ke tempat kejadian perkara untuk segera mengamankan barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan dalam KDRT tersebut. Kasat Reskrim Polres Malaka ini juga mengatakan penyidik telah memeriksa saksi dan pelaku.
“Berdasarkan keterangan pelaku, ia melakukan KDRT secara spontan dan mengaku tidak ada niat melukai korban. Saat itu terlapor dalam keadaan kelelahan setelah kembali dari Kupang,” jelasnya.


















