Hasil Pencarian Nihil, 4 Korban KMP Putri Yasmin Belum Ditemukan

- Pencarian hari ketiga terhadap korban KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok masih nihil, dengan empat orang kini dinyatakan belum ditemukan.
- Jumlah korban hilang direvisi dari lima menjadi empat setelah Ratu Agung Sekar Ayu dipastikan selamat dan ternyata berlayar lebih awal menggunakan KMP Surya 777.
- Tim SAR mengerahkan dua kapal dan helikopter untuk pencarian; total 212 orang telah dievakuasi, terdiri dari 211 selamat dan satu meninggal dunia.
Lombok Barat, IDN Times - Operasi pencarian terhadap korban KMP Putri Yasmin yang dilaporkan hilang belum membuahkan hasil alias masih nihil pada hari ketiga pencarian oleh Tim SAR gabungan. Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi memberikan pembaruan jumlah korban yang hilang.
Sebelumnya, jumlah korban yang hilang dilaporkan sebanyak 5 orang. Namun, berdasarkan update hari ini, jumlah korban yang hilang sebanyak 4 orang. Satu orang yang dilaporkan hilang, ternyata tidak ikut dalam pelayaran menggunakan KMP Putri Yasmin yang terbakar di Perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026).
1. Satu korban yang dilaporkan hilang ternyata menggunakan kapal lain

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi. (IDN Times/Istimewa) Hariyadi menjelaskan pada Jumat (14/8/2026), pihaknya mendapatkan konfirmasi data 5 korban yang dilaporkan hilang di Posko SAR Pelabuhan Lembar. Satu orang korban yang dilaporkan hilang atas nama Ratu Agung Sekar Ayu, tidak ikut dalam penyeberangan KMP Putri Yasmin. Namun, namanya tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin.
"Pihak keluarga melaporkan ke posko bahwa sudah kembali ke rumah dalam keadaan selamat. Ternyata, Ratu Agung ini tidak menyeberang menggunakan KMP Putri Yasmin pada tanggal 12 Agustus. Yang bersangkutan sempat membeli tiket di KMP Putri Yasmin tetapi ada perubahan, yang bersangkutan maju di tanggal 9 Agustus menggunakan KMP Surya 777," jelas Hariyadi, Jumat sore (14/8/2026).
2. Korban yang hilang sebanyak 4 orang

Korban KMP Putri Yasmin yang berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Lembar Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir) Dengan demikian, Tim SAR gabungan akan fokus melakukan pencarian terhadap empat korban KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan. Dari empat korban yang hilang, kata dia, tidak ada warga negara asing (WNA). Semua korban berdomisili di Mataram dan Bali.
Dari empat korban, satu orang tidak tercatat di manifes KMP Putri Yasmin. "Tetapi suaminya dievakuasi selamat menggunakan KMP Parama Kalyani," terangnya.
3. Kerahkan dua kapal dan satu helikopter

Pencarian korban KMP Putri Yasmin yang masih hilang menggunakan helikopter di Perairan Selat Lombok. (dok. SAR Mataram) Pada pencarian hari ketiga ini, Tim SAR gabungan mengerahkan dua kapal milik Kantor SAR Mataram, KN 220 Mataram dan kapal TNI AL, KAL Belongas. Serta satu helikopter SGi Air Bali didukung Finns Search And Rescue dan personel Kantor SAR Denpasar.
Operasi pencarian dimulai pukul 07.00 WITA. Helikopter SGi Air Bali bergerak dari Pelabuhan Benoa menuju sasaran seluas 100 nautical mile persegi selama dua jam. Namun tidak menemukan tanda-tanda ditemukannya korban maupun kapal KMP Yasmin di sekitar lokasi yang terletak di selatan Pulau Bali.
Kemudian KN 220 Mataram melakukan pencarian seluas 60 nautical mile ke arah barat daya lokasi kejadian awal KMP Putri Yasmin yang terbakar. Sedangkan kapal KAL Belongas melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian kapal terbakar seluas 48 nautical mile.
"Namun hingga pukul 15.00 WITA, kedua kapal kembali ke Lembar tidak menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang yang kita cari," ungkap Hariyadi.
Untuk operasi pencarian pada hari keempat, Sabtu (15/8/2026), Tim SAR gabungan akan melakukan penyisiran perairan di sekitar perairan Sekotong Lombok Barat. Selain itu, Tim SAR gabungan juga memberikan informasi kepada masyarakat yang berada di sekitar Sekotong maupun kepada nelayan yang berada di lokasi kejadian serta membroadcast imbauan kepada kapal-kapal yang melintas di perairan Selat Lombok.
Hingga saat ini, jumlah korban KMP Putri Yasmin yang berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan sebanyak 212 orang. Terdiri dari 211 korban selamat dan satu orang meninggal dunia, warga Kota Mataram.

















