Mataram, IDN Times - Imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite menyebabkan nelayan kecil di sejumlah wilayah di Pulau Lombok berhenti melaut. Harga BBM jenis pertalite naik menjadi Rp10.000 per liter dari sebelumnya sebesar Rp7.650 per liter.
Asosiasi Nelayan Dusun Luk Desa Sambil Bangkol Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Haji Jojo mengatakan kenaikan harga BBM subsidi membuat aktivitas nelayan kecil terganggu.
"Karena hasil tangkapan nelayan lagi gak ada, terus harga BBM naik. Makanya nelayan diam dulu, tidak melaut," kata Haji Jojo di Mataram, Jumat (9/9/2022).
