Gudang Oli di Mataram Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp2 Miliar

Mataram, IDN Times - Kebakaran hebat melanda sebuah toko dan gudang oli Federal Central Hero Manunggal di Lingkungan Pintu Air, Kelurahan Ampenan Tengah, Kecamatan Ampenan, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 10.40 WITA. Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Personel Polsek Ampenan Polresta Mataram yang menerima laporan dari masyarakat langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus membantu proses evakuasi dan pemadaman. Akibat peristiwa tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.
1. Diduga akibat korsleting listrik

Kapolsek Ampenan Kompol Ahmad Majmuk memimpin langsung penanganan di lokasi kejadian. Dia menjelaskan, setelah menerima laporan pihaknya segera menerjunkan personel ke lokasi. Peristiwa kebakaran itu diduga dipicu korsleting listrik.
“Begitu kami menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan serta membantu proses evakuasi dan pemadaman bersama petugas Damkar Kota Mataram,” kata Majmuk.
2. Terdengar suara ledakan

Dia menjelaskan kronologi peristiwa kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran bermula saat seorang karyawan sedang menghitung stok barang di lantai satu, sementara karyawan lainnya berada di lantai dua.
Namun, tiba-tiba terdengar suara ledakan dari arah stabilizer (stavol) di belakang gudang yang kemudian memicu percikan api. Setelah ledakan, api dengan cepat membesar dan membakar ribuan dus oli di lantai satu.
"Para karyawan panik dan berusaha menyelamatkan diri, ada yang melompat dan ada yang keluar melalui pintu depan,” jelasnya.
3. Tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir Rp2 miliar

Dia mengungkapkan petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi tidak lama setelah peristiwa kebakaran tersebut. Petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api dengan bantuan warga dan karyawan setempat.
Sementara itu, aparat kepolisian fokus mengamankan area untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam bangunan. Majmuk mengatakan , kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Dalam peristiwa itu, tidak ada korban jiwa, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
“Korban jiwa nihil, namun kerugian materi cukup besar. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran,” tandasnya.


















