Ilustrasi uang rupiah (IDN Times/ Syahrial)
Sementara itu, Direktur RSUD NTB dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan pihaknya mampu menyicil pembayaran utang sebesar Rp500 miliar yang diperoleh Pemprov NTB dari PT SMI pada 2021. Setiap bulan, RSUD NTB menyicil untuk pembayaran utang sebesar Rp7-8 miliar.
Pria yang biasa disapa Dokter Jack ini menargetkan pendapatan rumah sakit mencapai Rp1,2 triliun dalam setahun. Setiap bulan, jumlah pendapatan ditargetkan sebesar Rp100 miliar. Artinya, dalam setahun ditargetkan rumah sakit tipe A milik Pemprov NTB itu dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp1,2 triliun.
Pemprov NTB berutang sebesar Rp750 miliar ke PT SMI untuk membiayai dua proyek strategis. Dua proyek strategis yang dibiayai dari utang itu adalah percepatan jalan tahun jamak senilai Rp250 miliar dan pengembangan RSUD NTB senilai Rp500 miliar.
Pinjaman sebesar Rp500 miliar untuk pengembangan RSUD NTB salah satunya digunakan untuk pembangunan Gedung Trauma Center dan IGD Terpadu yang dilengkapi helipad.
Sedangkan, pinjaman sebesar Rp250 miliar digunakan untuk membiayai program percepatan jalan tahun jamak sebanyak 14 paket yang tersebar di Pulau Lombok dan Sumbawa