Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Dia mengingatkan bahwa tugas gubernur selaku Ketua Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) 2028 cukup besar. Mori menyebut sekitar 80 persen persiapan PON 2028 ditangani oleh Ketua PB PON, sedangkan Ketua KONI hanya mengurus sekitar 20 persen.
"Karena KONI hanya murni mengurus masalah prestasi atlet. Bagaimana pelatda, pembinaan atlet, latihan dan pada 2028, atlet itu pada puncak performanya. Sementara, PB PON itu mengurus kontingen, tamu, keamanan, kesehatan, pembukaan, penutupan dan transportasi," jelasnya.
Mantan Wakil Ketua DPRD NTB itu menjelaskan bahwa tugas gubernur sebagai Ketua PB PON cukup banyak. Dia juga mengatakan Gubernur NTB secara otomatis menjadi Ketua PB PON, tanpa perlu dipilih.
"Pekerjaannya lebih banyak ketua PB PON. Yang menyiapkan venue, hotel, transportasi dan lainnya, semua PB PON," tandas Ketua DPW Partai Nasdem NTB itu.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendapatkan dukungan dari Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman menjadi Ketua KONI NTB 2026-2030. Dengan menjadi Ketua KONI NTB, Gubernur Iqbal dapat menyukseskan PON NTB-NTT 2028, karena dia juga menjabat Ketua PB PON.
Sementara, Gubernur Iqbal belum mengambil keputusan apakah akan maju sebagai Ketua KONI NTB. Dia mengatakan akan melakukan salat istikharah terlebih dahulu sebelum membuat keputusan apakah akan maju sebagai Ketua KONI NTB atau tidak.