Gubernur Iqbal Prihatin Maraknya Kasus Pembunuhan di NTB

Mataram, IDN Times - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengaku prihatin dengan maraknya kasus pembunuhan di Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam beberapa waktu terakhir. Terbaru, kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Mataram inisial MVPN (19) yang ditemukan tewas di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (27/8/2025) pukul 06.30 WITA.
Selain itu, rekan korban inisial RA (19) juga ditemukan pingsan atau tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Kedua korban diduga mengalami penganiayaan usai menikmati sunset atau matahari terbenam di Pantai Nipah pada Selasa (26/8/2025).
"Saya prihatin sekali bahwa kondisi seperti ini terjadi," kata Iqbal dikonfirmasi usai penandatanganan kesepakatan batas wilayah Lombok Barat dan Lombok Tengah di Kantor Gubernur NTB, Kamis (28/8/2025) sore.
1. Kasus pembunuhan terjadi di tengah gencarnya promosi pariwisata NTB

Iqbal menyayangkan maraknya kasus pembunuhan di NTB belakangan ini. Seharusnya, peristiwa itu tidak terjadi di tengah Pemda sedang gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata NTB.
"Seharusnya ini tak terjadi di tengah kita mempromosikan pariwisata yang safe di NTB," katanya.
Untuk itu, Iqbal mengatakan telah berkoordinasi dengan Polda NTB dan Pemda kabupaten/kota. "Salah satu yang menjadi perbincangan kami dengan kabupaten-kabupaten," ungkap Iqbal.
2. Dalami akar masalahnya

Iqbal menambahkan Pemda akan melihat akar masalah yang menyebabkan maraknya kasus pembunuhan di NTB. Dengan demikian dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan.
"Kita lihat akar masalahnya dimana. Sedang kita lihat, kenapa ini bisa terjadi," katanya.
Sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) inisial MVPN (19) ditemukan tewas di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 06.30 WITA. Korban bersama rekannya inisial RA (19) pad Selasa (26/8/2025) pergi ke Pantai Nipah untuk menikmati sunset atau matahari terbenam.
3. Deretan kasus dugaan pembunuhan di NTB

Sejumlah kasus pembunuhan sedang ditangani aparat penegak hukum di NTB pada 2025. Kasus pertama yang sempat menghebohkan publik terkait kematian anggota Propam Polda NTB Brigadir Nurhadi pada April lalu di Gili Trawangan.
Penyidik Ditreskrimum Polda NTB menetapkan dua atasan Brigadir Nurhadi sebagai tersangka yaitu Kompol Yogi dan Ipda Haris serta seorang perempuan inisial M. Kasus ini masih ditangani Ditreskrimum Polda NTB.
Kasus pembunuhan terbaru lainnya di Lombok Barat. Seorang pria inisial IM (29) mengecor kekasihnya inisial N (27) di dalam sumur sedalam 3 meter di BTN Griya Perembun Asri, Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi Lombok Barat. Jenazah korban ditemukan setelah dilakukan pembongkaran sumur pada Sabtu (23/8/2025). Korban dilaporkan hilang sejak 10 Agustus 2025.
Selain itu, ada juga kasus pembunuhan anggota Polres Lombok Barat inisial EFR (29). Jenazah korban EFR ditemukan warga dengan leher terikat tali pada sebatang pohon dengan kondisi tanah yang miring dan agak curam di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Minggu (24/8/2025).